Farhan Pastikan Pedagang dan Operator Angkot Diajak Dialog Terkait Penataan Terminal Cicaheum
- Admin03

- 1 Jun
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Wali Bandung Muhammad Farhan memastikan Pemkot Bandung terus membuka ruang dialog dengan para pedagang dan operator kendaraan umum yang terdampak penataan Terminal Cicaheum.
Menurut Farhan, komunikasi dilakukan agar seluruh pihak memahami arah kebijakan pengembangan sistem transportasi yang tengah disiapkan, termasuk penerapan Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Bandung Raya.
“Kami terus berdialog dengan para pedagang maupun operator kendaraan umum yang ada di Cicaheum. Tentu perlu ada penyesuaian dan itu sedang dilakukan agar skenario BRT ini bisa didukung oleh semua pihak,” kata Farhan, Senin (1/6/2026).
Ia menegaskan, proses dialog menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Pemerintah tidak ingin perubahan yang dilakukan justru menimbulkan persoalan sosia ,l maupun ekonomi bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan aktivitas usahanya di kawasan terminal.
Karena itu, seluruh tahapan penataan dilakukan secara bertahap melalui pendekatan musyawarah dan komunikasi terbuka.
“Ini persoalan dialog. Bagaimana caranya kita bisa mencari titik temu agar semua pihak memahami tujuan besar dari pengembangan sistem transportasi ini,” ujarnya.
Terkait keberadaan angkutan kota (angkot), Farhan memastikan moda transportasi tersebut tidak akan dihapus. Dalam konsep BRT, angkot justru akan menjadi bagian dari sistem transportasi terintegrasi sebagai kendaraan pengumpan atau feeder.
“Angkot bukan dipindahkan. Dalam konsep BRT nanti, angkot akan berfungsi sebagai feeder yang menghubungkan kawasan permukiman dengan koridor utama transportasi massal,” jelasnya.
Dengan skema tersebut, angkot tetap memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga sekaligus memperkuat sistem transportasi publik yang lebih tertata dan efisien.
Farhan juga mengungkapkan, Pemkot Bandung terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah lain di kawasan Bandung Raya serta dinas perhubungan guna memastikan implementasi BRT berjalan sesuai rencana.
“Saya sebagai kepala daerah terus melakukan komunikasi dengan seluruh kepala daerah yang terlibat. Dinas perhubungan juga berkomunikasi sangat erat dengan kelompok-kelompok terdampak, terutama operator kendaraan umum,” tuturnya.
Selain sektor transportasi, pemerintah juga memperhatikan para pedagang yang terdampak penataan kawasan Terminal Cicaheum. Untuk itu, Pemkot menyiapkan skema kompensasi sebagai langkah mitigasi dampak sosial dan ekonomi.
Meski demikian, Farhan menyebut besaran maupun mekanisme kompensasi masih dibahas oleh Dinas Perhubungan dan instansi terkait.
“Ada skema kompensasi yang sedang disiapkan. Untuk detail nilai dan mekanismenya nanti akan dijelaskan oleh dinas terkait yang menangani langsung,” katanya.
Farhan berharap penataan Terminal Cicaheum mendapat dukungan seluruh pihak karena dinilai menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem transportasi publik yang lebih baik di Bandung Raya.
“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan sistem transportasi yang lebih baik, lebih nyaman, dan lebih terintegrasi bagi masyarakat,” pungkasnya. (AMJ)



Komentar