Empat Kebakaran Beruntun Landa Priangan Timur, Gudang Rongsok hingga Tiga Rumah Hangus Dilalap Api
- Admin03

- 5 hari yang lalu
- 2 menit membaca

Tasikmalaya (PRSSNIJabar) - Rentetan kebakaran terjadi di sejumlah daerah di Priangan Timur dalam tiga hari terakhir, sejak Senin hingga Rabu (3–5/8/2026). Sedikitnya empat lokasi berbeda dilalap si jago merah, mulai dari lahan bekas tempat pembuangan akhir (TPA), gudang rongsokan, dapur rumah warga, hingga permukiman padat penduduk.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam seluruh peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, bahkan masih terus dihitung oleh petugas.
Kebakaran pertama terjadi di kawasan eks TPA Cinangsi, Desa Margajaya, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (3/8/2026) malam. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke tumpukan material kering akibat cuaca kemarau.
Petugas gabungan dari FK Tagana, BPBD, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat berjibaku memadamkan kobaran api hingga Selasa (4/8/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Warga diminta tidak lagi membakar sampah sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran lahan.
Masih pada Selasa sore sekitar pukul 17.40 WIB, kebakaran besar melanda gudang rongsokan di Kampung Sambong PLN, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Tumpukan plastik, kardus, dan material mudah terbakar membuat api cepat membesar disertai kepulan asap hitam yang terlihat dari berbagai penjuru kota.
Situasi sempat menegangkan lantaran terdengar beberapa kali suara ledakan. Lokasi kebakaran yang berada di dekat jaringan SUTET PLN membuat aliran listrik di sekitar lokasi terpaksa dipadamkan sementara demi alasan keselamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, mengerahkan 30 personel gabungan bersama tujuh unit armada pemadam kebakaran. Dua petugas damkar sempat mendapat perawatan akibat sesak napas dan terkena pecahan kaca. Gudang berikut satu kendaraan operasional pengangkut rongsok hangus terbakar. Dugaan sementara, api dipicu korsleting listrik.
Beberapa jam kemudian, kebakaran kembali terjadi di Dusun Sukaharja, Desa Petirhilir, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Bagian dapur rumah milik Dedi (72) ludes terbakar pada Selasa malam.
Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Ciamis, Trisyanto, menyebut api diduga berasal dari bara tungku memasak yang belum padam sepenuhnya. Satu unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api sebelum merembet ke bangunan lain.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material ditaksir sekitar Rp10 juta.
Musibah serupa kembali terjadi pada Rabu (5/8/2026) dini hari sekitar pukul 04.15 WIB di Lingkungan Cimenyan 1, RT 04 RW 03, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar.
Tiga rumah milik Iing, Yani, dan Dila hangus dilalap api. Ketua RW 03, Pardi, mengatakan kebakaran diduga dipicu kebocoran selang kompor gas di salah satu rumah warga.
"Alhamdulillah seluruh penghuni berhasil keluar rumah sebelum api membesar sehingga tidak ada korban jiwa," ujarnya.
Petugas Damkar Kota Banjar mengerahkan tiga unit mobil pemadam dan tiga kendaraan suplai air untuk mencegah api menjalar ke rumah-rumah lain di kawasan permukiman padat.
Rangkaian kebakaran dalam tiga hari terakhir ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim kemarau. Warga diminta memastikan instalasi listrik tetap aman, memeriksa peralatan memasak sebelum ditinggalkan, serta tidak melakukan pembakaran terbuka yang berpotensi memicu kebakaran. (LER - AST)



Komentar