top of page

Ekspedisi Patriot 2026, Unpad Bawa Inovasi ke Lima Kawasan Transmigrasi

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 25 Jul
  • 2 menit membaca


Jatinangor (PRSSNIJabar) - Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali dipercaya menjadi bagian dari Ekspedisi Patriot 2026, program pengabdian masyarakat yang digagas Kementerian Transmigrasi RI. Tahun ini, Unpad memberangkatkan 24 tim multidisiplin untuk menjalankan misi pemberdayaan masyarakat di lima kawasan transmigrasi di Indonesia.

Pelepasan peserta dilakukan di Auditorium Balai Santika, Kampus Unpad Jatinangor, Jumat (24/7).


Keikutsertaan tersebut menjadi kelanjutan dari kontribusi Unpad pada penyelenggaraan Ekspedisi Patriot tahun sebelumnya yang dinilai berhasil menjangkau berbagai wilayah strategis di Indonesia.


Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizky Abdulah, mengatakan kepercayaan yang kembali diberikan kepada Unpad merupakan bentuk apresiasi atas kiprah kampus dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan inovasi.


"Tahun lalu Unpad berkontribusi mulai dari ujung barat Indonesia di Aceh, ujung timur di Merauke, hingga ujung selatan di Pulau Rote. Alhamdulillah, dengan performa yang baik tersebut, tahun ini Unpad kembali dipercaya menjadi salah satu dari sedikit perguruan tinggi yang diminta berpartisipasi dalam Ekspedisi Patriot 2026," ucap Prof. Rizky.


Ia menuturkan, kawasan transmigrasi memiliki tantangan yang kompleks. Karena itu, keberadaan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya memberikan pendampingan sesaat, tetapi juga menghadirkan inovasi yang mampu mendorong masyarakat berkembang secara berkelanjutan.


Menurutnya, setiap peserta harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pemerintah daerah agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.


"Kehadiran Ekspedisi Patriot bukan hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga menjadi representasi Unpad dalam menghadirkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi nyata agar manfaat perguruan tinggi dapat semakin dirasakan masyarakat. Dengarkan mereka, bangun komunikasi yang hangat dengan masyarakat maupun pemerintah daerah, kemudian tawarkan solusi yang relevan berdasarkan kebutuhan mereka," katanya.


Sementara itu, Direktur Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Unpad, Prof. Nur Atik, menjelaskan sebanyak 24 tim yang diterjunkan terdiri atas 24 dosen sebagai ketua tim dan 120 mahasiswa sebagai anggota.


Dari jumlah tersebut, 20 tim akan bertugas di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Sisanya masing-masing ditempatkan di Kotawaringin Barat, Pulau Nibung, dan Kapuas di Kalimantan Tengah, serta Lagita di Kabupaten Bengkulu Utara.


Prof. Nur Atik mengatakan tema Ekspedisi Patriot 2026 mencakup beragam isu strategis, sehingga setiap tim dibentuk secara multidisiplin agar mampu memberikan solusi yang lebih komprehensif sesuai karakteristik setiap daerah.


Ia pun berpesan agar seluruh peserta menjalankan amanah dengan penuh dedikasi serta menjaga nama baik Universitas Padjadjaran selama bertugas.


"Kami menitipkan kepada rekan-rekan untuk bekerja secara optimal dan tulus karena ini adalah pengabdian untuk Indonesia. Di mana pun bertugas, tetaplah menjaga nama baik almamater Universitas Padjadjaran dan tunjukkan bahwa kehadiran tim Ekspedisi Patriot benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat," pungkasnya. (IGN)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page