top of page

Dua Nelayan Tasikmalaya Hilang Dihantam Ombak, Hari Ketiga Masih Nihil

Gambar penulis: Admin03
Admin03
6 hari yang lalu
2 menit membaca

Tasikmalaya (PRSSNIJabar) - Pencarian dua nelayan asal Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, yang hilang setelah perahu mereka dihantam gelombang di perairan Pamoekan, kembali dilakukan pada Jumat (2/10/2026).


Memasuki hari ketiga, tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan kedua korban. Pencarian dilakukan melalui jalur darat dan laut dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian.


Kedua nelayan yang masih dinyatakan hilang yakni Ending (56) dan Weli (30). Sementara Rudi (30), anak Ending, berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian setelah perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak pemecah pantai atau amur pada Selasa (29/9/2026) malam.


Komandan Tim SAR Tasikmalaya, Dedi Haryanto, mengatakan pencarian hari ketiga dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU), yakni SRU darat dan SRU air.

Untuk memperluas jangkauan penyisiran di laut, petugas juga melibatkan lima perahu nelayan setempat.


"Pencarian korban kecelakaan laut di perairan Pamoekan telah memasuki hari ketiga dengan pengerahan tim gabungan darat dan air. Meskipun kondisi cuaca secara umum mendukung, tantangan gelombang tinggi pada siang hari menyebabkan hasil pencarian hingga saat ini masih dinyatakan nihil," kata Dedi, Jumat (2/10/2026) malam.


Gelombang Tinggi Hambat Pencarian

Kondisi cuaca menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian. Pada pagi hari, cuaca relatif mendukung sehingga tim dapat melakukan penyisiran.


Namun, memasuki siang hari, tinggi gelombang meningkat cukup signifikan. Kondisi tersebut membuat aktivitas pencarian di laut harus dihentikan sementara demi menjaga keselamatan personel.

Tim SAR kemudian mengatur strategi dengan memanfaatkan waktu yang dinilai lebih aman atau time window, terutama pada pagi dan sore hari.


"Efektivitas pencarian sangat bergantung pada jendela waktu kondisi laut. Muncul kendala teknis berupa peningkatan tinggi gelombang yang cukup signifikan pada siang hari, sehingga strategi difokuskan pada waktu pagi dan sore hari guna menjamin keselamatan personel," ujar Dedi.


Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (3/10/2026), yang memasuki hari keempat operasi.


Tim SAR gabungan dari Pos SAR Tasikmalaya, Pos SAR Pangandaran, Polairud, BPBD, hingga relawan nelayan dijadwalkan memperluas radius pencarian.


Penyisiran akan dilakukan mulai dari sepanjang garis pantai hingga menuju perairan terbuka Cipatujah. Tim juga terus memantau kondisi gelombang untuk menentukan titik pencarian yang aman dan efektif.


Hingga Jumat malam, Ending dan Weli masih belum ditemukan dan operasi pencarian terus dilakukan. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page