top of page

Dua Hari Menu MBG Bermasalah, Sekolah di Pamarican Ciamis Tolak Suplai MBG

Gambar penulis: Admin02
Admin02
3 Sep
2 menit membaca


Ciamis (PRSSNIJabar) - Masalah kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, belum reda. Setelah sebelumnya ditemukan menu sayur yang disebut basi, sehari berselang sekolah kembali mengeluhkan menu daging ayam yang beraroma kurang sedap, Rabu (2/9/2026).


Rentetan keluhan tersebut membuat sejumlah sekolah mengambil langkah kehati-hatian. Salah satunya SMPN 2 Pamarican yang memilih menolak dan mengembalikan seluruh menu MBG yang dikirim dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Katineung.


Kepala SMPN 2 Pamarican, Ida Nurhayati, mengatakan keputusan itu diambil setelah pihak sekolah menerima laporan dari guru mengenai kondisi daging ayam yang memiliki aroma tidak sedap.


Ida kemudian meminta para guru mengembalikan menu tersebut kepada pengelola dapur. Menurut dia, langkah itu dilakukan untuk mencegah persoalan kesehatan kembali terjadi, terlebih sebelumnya pernah muncul insiden di SMPN 4 Pamarican.


ā€œSaya minta para guru mengembalikan menu daging tersebut ke dapur SPPG demi menjaga kesehatan siswa. Kami khawatir kejadian sebelumnya berulang. Apalagi masalahnya berturut-turut, kemarin sayur basi, sekarang daging berbau,ā€ kata Ida.


Keluhan serupa juga disampaikan dari MTsN 7 Pamarican. Salah seorang guru, Imar, membenarkan bahwa menu daging yang diterima sekolah memiliki aroma kurang sedap, meski menurutnya kondisinya tidak separah temuan pada hari sebelumnya.


Sementara itu, SDN 3 Sukahurip disebut belum menerima pengiriman menu MBG setelah mencuatnya persoalan sayur basi.


Persoalan kemudian meluas dari kualitas menu ke kondisi lingkungan di sekitar Dapur SPPG Katineung. Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat genangan cairan kental di saluran drainase di depan dapur. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian warga.


Merespons keluhan yang berkembang, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pamarican bersama Dinas Kesehatan Ciamis melakukan inspeksi mendadak ke Dapur SPPG Katineung pada hari yang sama.


Kepala Puskesmas Pamarican, Teten, yang memimpin pemeriksaan mengatakan evaluasi dilakukan terhadap sejumlah aspek, termasuk manajemen rantai pasok, proses pengolahan makanan, jeda waktu pengiriman, hingga pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).


Di tengah sorotan tersebut, pihak yayasan pengelola Dapur SPPG Katineung menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan sekolah. Perwakilan yayasan, Lutfi, mengatakan evaluasi internal akan dilakukan secara menyeluruh.


ā€œKami menyampaikan permohonan maaf. Kami akan melakukan evaluasi total, termasuk kemungkinan penataan ulang personel dapur, mulai dari juru masak, ahli gizi hingga staf lainnya. Perbaikan sistem IPAL juga segera direalisasikan,ā€ ujar Lutfi.


Hingga kini, belum ada keterangan resmi tambahan dari Dinas Ketahanan Pangan maupun Badan Gizi Nasional mengenai evaluasi menyeluruh pelaksanaan MBG di wilayah Ciamis.


Sementara sekolah dan masyarakat berharap persoalan tersebut segera ditangani agar kualitas makanan yang diterima siswa benar-benar terjaga dan program MBG dapat berjalan tanpa menimbulkan kekhawatiran baru. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page