Ditpolairud Polda Jabar Dalami Kandasnya Tongkang Bermuatan 8.100 Ton Batu Bara di Pangandaran
- Admin03

- 20 Jun
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Barat bergerak cepat menindaklanjuti peristiwa kandasnya Kapal Tongkang NAUTICA 22 di perairan Laut Cibenda, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.
Selain melakukan penyelidikan, aparat kepolisian juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna menangani dampak tumpahan muatan batu bara yang diperkirakan mencapai 8.100 ton.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tongkang NAUTICA 22 yang ditarik Tug Boat (TB) TITAN 33 itu tengah melakukan pelayaran dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Cilacap. Kapal tersebut diketahui berada di bawah pengelolaan PT Trans Logistik Perkasa dengan agen pelayaran PT Tirta Samudra.
Sejak Jumat (19/6/2026) pagi, Tim Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jabar telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengumpulkan bahan keterangan di titik koordinat 07°41'34,44" LS dan 108°33'41,64" BT.
Peninjauan di lokasi tidak dilakukan sendiri. Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, DLH Kabupaten Pangandaran, Unit Tipidter Satreskrim Polres Pangandaran, Unit Gakkum Satpolairud Polres Pangandaran serta Pos TNI AL Pangandaran turut terlibat dalam proses penanganan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengambilan sampel air laut oleh DLH Provinsi Jawa Barat di sekitar lokasi kandasnya tongkang. Pengujian tersebut bertujuan mengetahui sejauh mana dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat tumpahan batu bara.
Sampel yang telah diambil kemudian dibawa ke Laboratorium Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat di Bogor untuk dilakukan pengujian lebih lanjut. Hasil laboratorium diperkirakan akan diketahui dalam waktu sekitar 14 hari kerja.
Proses pengambilan sampel sendiri tidak berjalan mudah. Cuaca buruk dan gelombang tinggi sempat menjadi kendala bagi tim di lapangan. Kondisi tersebut membuat petugas laboratorium harus menggunakan TB TITAN 33 karena perairan saat itu tidak memungkinkan dilalui speedboat maupun perahu nelayan.
Untuk mempercepat proses penanganan, rapat koordinasi lintas sektor juga digelar di Kabupaten Pangandaran. Pertemuan tersebut melibatkan unsur DPRD, Polres Pangandaran, UPP Kelas III Pangandaran, TNI AL, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan hingga Dinas Kelautan dan Perikanan.
Dari hasil rapat tersebut disepakati sejumlah langkah strategis, mulai dari percepatan evakuasi kapal, normalisasi area yang terdampak tumpahan batu bara hingga penegakan hukum apabila nantinya ditemukan indikasi pencemaran lingkungan.
Kepala UPP Kelas III Pangandaran menyatakan pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dengan pemilik kapal maupun agen pelayaran. Bahkan, untuk mempercepat proses evakuasi, UPP memberikan relaksasi administrasi terhadap TB TITAN 33 agar penanganan di lapangan dapat berjalan lebih efektif.
Sementara itu, pihak pemilik kapal memastikan akan bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut. Perusahaan telah berkoordinasi dengan pihak asuransi dan syahbandar serta menurunkan tim surveyor untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tongkang dan muatan yang dibawanya.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menegaskan pihak kepolisian akan mengawal seluruh proses penanganan hingga tuntas.
"Polda Jabar melalui Ditpolairud terus melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan proses penanganan kecelakaan kapal ini berjalan secara cepat, tepat dan sesuai ketentuan," ujar Hendra, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, kepolisian juga mendukung penuh langkah pengujian laboratorium guna mengetahui dampak lingkungan yang ditimbulkan dari insiden tersebut.
"Jika hasil penyelidikan dan pemeriksaan nantinya menemukan adanya unsur pelanggaran hukum maupun pencemaran lingkungan, Polda Jabar memastikan akan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku."tukasnya
Hingga Sabtu sore, proses investigasi dan persiapan evakuasi bangkai tongkang masih terus dilakukan. Aparat gabungan tetap bersiaga di lokasi guna memastikan seluruh tahapan penanganan berjalan aman, tertib dan kondusif. (AMJ)



Komentar