Dapur MBG Katineung Ciamis Dihentikan Sementara, IPAL Dinilai Belum Layak


Ciamis (PRSSNIJabar) - Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Katineung, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, dihentikan sementara.
Penghentian tersebut dilakukan menyusul ramainya pemberitaan terkait dugaan pencemaran limbah cair yang mengalir ke saluran drainase warga.
Dapur MBG Katineung akan menghentikan produksi selama sekitar tiga hingga empat hari untuk melakukan pembenahan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Keputusan itu diambil setelah Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program MBG Kabupaten Ciamis bersama tim gabungan dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Ciamis melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi dapur, Kamis (3/9/2026).
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah bagian sistem pengolahan limbah yang dinilai masih belum memenuhi standar.
Salah satu temuan yakni tidak adanya grease trap atau jebakan lemak pada bak pencucian
Petugas Satgas Percepatan Program MBG Kabupaten Ciamis, Rini Valianti, mengatakan fasilitas tersebut wajib tersedia untuk menyaring lemak sebelum limbah masuk ke tahapan pengolahan berikutnya.
"Tadi ada beberapa item krusial yang mesti diperbaiki dan ditambahkan. Kami menemukan bak pencucian ompreng, peralatan makan, hingga bahan makanan belum dipasang penangkap lemak," kata Rini.
Menurutnya, grease trap harus dibuat dengan sistem buka-tutup sehingga volume lemak yang terkumpul dapat dipantau dan dikontrol secara rutin.
"Instalasi jebakan lemak ini wajib ada dan harus dibuat buka-tutup agar volume limbah lemak bisa dikontrol setiap hari," ujarnya.
Selain itu, Satgas juga meminta sistem IPAL konvensional yang saat ini digunakan disempurnakan dengan IPAL pabrikasi.
Setelah seluruh perbaikan selesai, kelayakan sistem pengolahan limbah harus dibuktikan melalui pengujian sampel di laboratorium sebelum dapur kembali diperbolehkan beroperasi.
Rini mengatakan penghentian produksi dilakukan atas kesadaran pihak pengelola sembari menunggu seluruh fasilitas pengolahan limbah diperbaiki.
"Untuk operasional dapur, dari kesadaran pihak pengelola sendiri akhirnya menyampaikan akan menghentikan produksi sekitar tiga atau empat hari selama perbaikan dan pemasangan instalasi pengolahan air limbah cair," katanya
Sementara itu, Asisten Lapangan (Aslap) Dapur MBG Katineung, Sidik, mengaku menerima hasil pembinaan dan pemeriksaan yang dilakukan Satgas bersama tim gabungan.
Pihaknya berkomitmen melakukan pembenahan, tidak hanya pada sistem pengelolaan limbah, tetapi juga mengevaluasi sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam operasional dapur.
"Insya Allah secepatnya kami perbaiki dan lengkapi kekurangannya. Untuk unit IPAL pabrikasi sebenarnya sudah siap, tinggal proses pemasangan teknis," ujar Sidik.
Ia menegaskan, dapur akan diliburkan sementara hingga seluruh fasilitas yang menjadi catatan petugas selesai diperbaiki.
"Demi menunjang perbaikan ini, operasional dapur kami liburkan sementara sampai semuanya benar-benar terpasang dengan baik dan sesuai petunjuk teknis," pungkasnya. (AST)



Komentar