Dalam Sepekan Kebakaran Melanda Sejumlah Wilayah Priangan Timur


Priangan Timur (PRSSNIJabar) - Rentetan kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Priangan Timur dalam sepekan terakhir. Kebakaran melanda beragam lokasi, mulai dari pabrik tusuk sate, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, hingga lahan perkebunan dan kawasan hutan.
Peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Ciamis, Garut, Pangandaran, Tasikmalaya, hingga Kota Banjar. Sebagian besar kebakaran terjadi di tengah kondisi lahan yang kering dan hembusan angin yang membuat api cepat menyebar.
Di Kabupaten Ciamis, kebakaran terjadi di sebuah pabrik tusuk sate di Dusun Pasirpeuteuy, Desa Sidamulya, Kecamatan Cisaga, Kamis (3/9/2026).
Bangunan berukuran 6x9 meter milik Ade Suhendra tersebut ludes terbakar. Api diduga berasal dari proses pengopenan yang ditinggalkan pemiliknya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp80 juta.
Petugas Damkar Pos WMK Rancah mengerahkan satu unit mobil tangki pancar dan tiga personel untuk memadamkan api.
Kebakaran kembali terjadi di Kecamatan Cisaga pada Minggu (6/9/2026) petang. Kali ini api muncul di dua titik, yakni Lingkungan RW 16 Desa Cisaga dan area belakang SMAN 1 Cisaga, Desa Mekarmukti. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Sementara itu, Kabupaten Garut menghadapi kebakaran di sejumlah kawasan dalam waktu berdekatan. Sabtu (5/9/2026) siang, kebakaran melanda kawasan hutan dan lahan di kaki Gunung Guntur.
Titik api tersebar di enam lokasi, yakni Blok Cilopang, Cijolang, Cisakti, Kandang Sapi, Sanghiang Paniisan, dan Blok Cekdam. Medan yang terjal dan akses terbatas membuat petugas gabungan bersama warga melakukan pemadaman secara manual hingga malam hari.
Pada malam harinya, sekitar pukul 19.00 WIB, kebakaran juga terjadi di lahan milik Perhutani CDK 5 di lereng bawah Gunung Cikuray, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.
Petugas menghadapi medan terjal sehingga upaya pemadaman dilakukan tanpa penyiraman air dengan fokus menahan pergerakan api.
Kebakaran berlanjut pada Minggu (6/9/2026) ketika api melanda TPA Pasir Bajing, Kecamatan Banyuresmi. Kepulan asap hitam bahkan terbawa angin hingga ke kawasan permukiman warga.
Pemkab Garut sebelumnya telah menetapkan status Siaga Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
Di Kabupaten Pangandaran, sekitar 10 hektare lahan perkebunan kayu racuk di Blok Bedahan, Dusun Pasar, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, terbakar pada Minggu (6/9/2026).
Warga bersama perangkat desa melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu armada Damkar.
Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di area lahan Parakanhonje, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, sekitar pukul 18.25 WIB. Api disebut cepat merembet karena vegetasi berupa rumput kering mudah terbakar.
Kebakaran kemudian terjadi di Kota Banjar pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB. Sekitar 1 hektare lahan Perhutani Kebon Jati di kawasan Gunung Sangkur, Margaluyu, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, terbakar.
Kencangnya angin sempat membuat warga khawatir karena lokasi kebakaran berdekatan dengan permukiman. Warga bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan petugas Damkar bergerak melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.
Ketua BPD Mulyasari, Faisal, mengatakan pemicu awal kebakaran diduga berasal dari gesekan daun bambu kering di tengah kondisi kemarau.
"Dugaan sementara dipicu oleh gesekan daun bambu kering akibat kondisi musim kemarau dan banyaknya daun bambu serta tanaman kering lainnya di lokasi," terang Faisal.
Rentetan kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat di Priangan Timur untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta segera melaporkan setiap kemunculan titik api agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas. (AST/LER)



Komentar