Ciamis Bidik Sentra Bawang Merah Baru di Jawa Barat


Ciamis (PRSSNIJabar) - Kabupaten Ciamis mulai membidik komoditas bawang merah sebagai salah satu sektor unggulan pertanian. Langkah itu diawali dengan penanaman perdana di lahan percontohan seluas 1 hektare di Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku.
Tak berhenti pada lahan percontohan, pengembangan bawang merah tersebut ditargetkan meluas secara bertahap hingga mencapai 50 hektare.
Program ini melibatkan Pemkab Ciamis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Muktisari, kepolisian serta kelompok tani setempat.
Lahan milik KDMP Muktisari digunakan untuk menguji budidaya bawang merah varietas Bima. Benih dasar didatangkan dari Brebes, Jawa Tengah, untuk melihat tingkat produktivitas sekaligus kemampuan tanaman beradaptasi dengan kondisi tanah dan iklim di Ciamis.
Namun, targetnya bukan sekadar menghasilkan bawang merah konsumsi.
Ciamis juga mulai menyiapkan pengembangan benih unggulan lokal dengan nama āMutiara Galuhā.
Kabag Dalpers Polda Jawa Barat AKBP Hidayatullah, selaku inisiator penanaman, mengatakan lahan percontohan tersebut ditargetkan mampu menghasilkan hingga 15 ton bawang merah per hektare.
Jika hasil uji coba dinilai berhasil, perluasan penanaman hingga 50 hektare akan dilakukan secara bertahap.
āHarapan kita semua, Kabupaten Ciamis bisa menjadi sentra bawang, minimal untuk produk olahan seperti bawang goreng maupun minyak bawang. Kebutuhan nasional masih sangat tinggi, sehingga potensi produksi lokal di Ciamis memiliki peluang pasar yang sangat menjanjikan,ā kata Hidayatullah, Sabtu (26/9/2026).
Pengembangan bawang merah ini juga diarahkan tidak berhenti di sektor budidaya. Pemkab Ciamis menyiapkan konsep hilirisasi agar hasil panen memiliki nilai tambah.
Bawang merah hasil produksi nantinya dapat diolah menjadi bawang goreng hingga minyak bawang. Skema tersebut diharapkan mampu menjaga harga komoditas di tingkat petani ketika memasuki masa panen raya.
Di sisi lain, pengolahan hasil pertanian membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM di perdesaan
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (KDKUMMP) Kabupaten Ciamis Dadan Wiadi mengatakan, koperasi akan menjadi salah satu penggerak utama dalam pengembangan ekosistem bawang merah tersebut.
Sebanyak 30 pengurus koperasi dari sejumlah wilayah di Ciamis hadir memantau langsung uji coba penanaman di Muktisari.
Model tersebut selanjutnya ditargetkan dapat direplikasi oleh 265 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di Kabupaten Ciamis.
āKoperasi tidak hanya bertindak sebagai penyedia sarana produksi pertanian (saprodi), tetapi juga berperan aktif mengelola hasil panen, melakukan pengolahan pascapanen, hingga membuka akses pasar yang lebih luas,ā ujar Dadan.
Dengan melibatkan kelompok tani, koperasi dan lintas sektor, lahan 1 hektare di Muktisari kini menjadi titik awal pengembangan komoditas bawang merah di Ciamis.
Jika uji coba berhasil, pengembangan hingga puluhan hektare diharapkan menjadi pijakan awal terbentuknya sentra bawang merah sekaligus industri olahan berbasis pertanian di Kabupaten Ciamis. (AST)



Komentar