Bupati Garut Jenguk Korban Keracunan MBG Cibatu, Salurkan Bantuan Rp250 Ribu per Korban
- Admin02

- 24 Jul
- 2 menit membaca

Garut (PRSSNIJabar) – Pemerintah Kabupaten Garut menghentikan sementara operasional dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cibatu menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan penerima manfaat. Penghentian sementara dilakukan untuk mendukung proses pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah BGN untuk memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG. Evaluasi mencakup pemeriksaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), kelengkapan perizinan, hingga standar operasional dapur penyedia makanan.
"Harapannya segera sembuh kembali. BGN juga tadi pagi melakukan evaluasi terkait SLHS, perizinan, dan lain-lain. Kami juga berbicara dengan Korwil BGN agar pengawasan lebih ditingkatkan sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ujar Syakur, Kamis (23/7)
Selain melakukan evaluasi, Bupati Garut bersama Bank BJB dan BAZNAS mengunjungi para korban yang masih menjalani perawatan. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan kerohiman sebesar Rp250 ribu kepada setiap korban sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang dialami.
Pemkab Garut juga telah menyiapkan bantuan lanjutan berupa paket sembako yang akan disalurkan kepada para korban beserta keluarganya setelah mereka diperbolehkan pulang dari fasilitas kesehatan.
Syakur berharap seluruh korban dapat segera pulih dan hasil evaluasi menjadi bahan perbaikan pelaksanaan program MBG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Diketahui, dugaan keracunan makanan dalam program MBG di Kecamatan Cibatu terjadi setelah para korban mengonsumsi makanan yang dibagikan pada Selasa, 21 Juli 2026. Gejala keracunan mulai dirasakan pada Rabu, 22 Juli 2026.
Korban yang datang ke Puskesmas Cibatu awalnya berjumlah empat orang, kemudian terus bertambah hingga mencapai 100 orang.
Sebagian besar korban merupakan siswa SD, SMP, serta santri Pondok Pesantren Al-Mansyuriyah di Kampung Cigaluh, RT 04 RW 05, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu.
Hingga saat ini proses penanganan medis dan penyelidikan penyebab dugaan keracunan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. (SLT)



Komentar