top of page

Bulog Ciamis Kejar Penyaluran Banpang Beras, 1,15 Juta Warga Priangan Timur Jadi Sasaran

Gambar penulis: Admin03
Admin03
7 Sep
2 menit membaca

Ciamis (PRSSNIJabar) - Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Ciamis terus mempercepat penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk masyarakat di wilayah Priangan Timur.


Bantuan tersebut menyasar sekitar 1,15 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di enam wilayah, dengan total alokasi beras mencapai sekitar 34 ribu ton.


Enam daerah yang menjadi sasaran penyaluran meliputi Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Garut.


Pimpinan Cabang Perum Bulog Kancab Ciamis, Johan Wahyudi mengatakan, berdasarkan progres terbaru, penyaluran bantuan pangan saat ini telah mencapai 20,93 persen.


"Alhamdulillah, bantuan pangan di Priangan Timur sedang dalam proses. Saat ini masih kita salurkan untuk masyarakat di enam wilayah. Target kita seluruh alokasi terserap presisi," ujar Johan, Sabtu (7/9/2026).


Dalam penyaluran kali ini, beras yang diberikan kepada masyarakat merupakan beras kualitas medium yang bersumber dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP).


Berbeda dengan penyaluran bulanan, bantuan periode Juli, Agustus dan September 2026 diberikan sekaligus atau dirapel.


Dengan skema tersebut, setiap PBP menerima total 30 kilogram beras.


Bantuan itu dikemas dalam tiga karung, masing-masing berisi 10 kilogram.


Johan memastikan Bulog tidak hanya mengejar kecepatan penyaluran, tetapi juga tetap melakukan pengawasan terhadap kualitas dan kuantitas beras sebelum didistribusikan dari gudang.


Menurutnya, pengecekan kondisi fisik beras dan ketepatan berat dilakukan sebagai bagian dari pengendalian kualitas bantuan yang diterima masyarakat.


Bulog Ciamis juga membuka mekanisme pengaduan bagi masyarakat apabila menemukan beras yang dinilai tidak layak konsumsi atau berat timbangannya tidak sesuai ketentuan.


Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui koordinator kecamatan maupun koordinator area Bulog.


"Kita jamin kualitasnya baik dan layak, kuantitas atau berat timbangannya juga sesuai ketentuan. Namun kalau masyarakat melihat ada kualitas yang tidak layak atau timbangannya kurang, bisa melapor kepada koordinator kecamatan atau langsung kepada koordinator area Bulog. Kami akan tindak lanjuti dan kalau memang tidak sesuai, bisa langsung kita ganti," tegas Johan.


Termasuk apabila ditemukan persoalan terhadap beras yang sebagian sudah terlanjur dikonsumsi, Bulog tetap membuka ruang komunikasi dan melakukan verifikasi terhadap laporan yang disampaikan masyarakat.


Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program bantuan pangan berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.


Johan optimistis penyaluran Banpang beras untuk alokasi Juli hingga September 2026 di enam wilayah Priangan Timur dapat diselesaikan hingga 100 persen sesuai target.


Ia menyebut, Bulog akan terus melakukan percepatan distribusi agar seluruh bantuan dapat diterima masyarakat yang menjadi sasaran program tepat waktu. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page