Bio Farma Perkuat Produksi Berkelanjutan Lewat Pemanfaatan Energi Gas CNG
- Admin02

- 16 Jul
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Upaya menciptakan industri farmasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan terus dilakukan PT Bio Farma (Persero). Salah satunya melalui pengoperasian fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) yang kini menjadi sumber energi utama bagi boiler untuk menunjang proses produksi perusahaan.
Peresmian fasilitas tersebut menjadi tonggak baru transformasi Bio Farma dalam menerapkan energi rendah emisi. Program ini terlaksana melalui sinergi dengan PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) sebagai penyedia layanan dan infrastruktur CNG.
Melalui sistem dual fuel, Bio Farma menggunakan CNG sebagai bahan bakar utama, sedangkan solar tetap disiapkan sebagai cadangan untuk memastikan proses produksi tetap berjalan apabila terjadi gangguan pasokan energi.
Direktur Operasi PT Bio Farma (Persero), Iin Susanti, mengatakan transformasi energi ini bukan sekadar mengganti jenis bahan bakar, tetapi merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
"Pengoperasian fasilitas CNG merupakan langkah konkret Bio Farma untuk membangun kegiatan usaha yang semakin efisien, berkelanjutan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Langkah ini sekaligus memperkuat keandalan operasional yang mendukung keberlangsungan proses produksi dan kontribusi Bio Farma terhadap ketahanan kesehatan nasional," kata Iin.
Penggunaan gas bumi tersebut diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon dioksida sekitar 24 persen dibandingkan penggunaan solar. Selain memberikan dampak positif terhadap lingkungan, pemanfaatan CNG juga diproyeksikan menghasilkan efisiensi biaya energi hingga 37 persen setiap tahun, tergantung tingkat produksi dan pemanfaatan fasilitas
Iin menambahkan, Bio Farma akan terus mengevaluasi berbagai teknologi energi rendah emisi sebagai bagian dari transformasi jangka panjang perusahaan.
"Keberlanjutan merupakan proses jangka panjang yang harus diwujudkan melalui langkah konkret, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bio Farma akan terus mengevaluasi pemanfaatan teknologi dan sumber energi yang lebih efisien dengan tetap mengutamakan keselamatan, keandalan produksi, serta kelayakan investasi," ujarnya.
Fasilitas CNG yang dioperasikan telah dilengkapi shelter penerimaan gas, Pressure Regulating Station, sistem metering, jaringan distribusi, hingga panel kontrol boiler. Seluruh instalasi dirancang sesuai standar keselamatan, termasuk dilengkapi sistem deteksi kebocoran gas, proteksi kebakaran, pengaturan tekanan otomatis, serta inspeksi rutin.
Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menyatakan pihaknya siap menjaga keandalan pasokan energi untuk mendukung industri kesehatan nasional.
"Kolaborasi dengan Bio Farma menjadi bagian dari komitmen kami memperluas manfaat CNG ke sektor-sektor esensial yang menopang kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan. Keandalan pasokan energi di fasilitas produksi seperti Bio Farma sangat penting karena berdampak langsung pada layanan kesehatan publik," kata Santiaji. (IGN)



Komentar