top of page

Bio Farma Gandeng Industri dan Warga Pulihkan Pesisir Karawang Lewat Penanaman 10.000 Mangrove

Gambar penulis: Admin02
Admin02
12 Agu
2 menit membaca


Karawang (PRSSNIJabar) - Pemulihan lingkungan pesisir tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci agar program pelestarian lingkungan memberikan dampak yang berkelanjutan.


Semangat tersebut diwujudkan PT Bio Farma (Persero) melalui penanaman 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora di Desa Muarabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kegiatan ini melibatkan Forum CSR Tenant Indotaisei Industrial Tenant dan komunitas setempat, Sabtu (8/8) lalu.


Bio Farma menyerahkan 10.000 bibit dari total 20.500 bibit mangrove yang berhasil dihimpun melalui dukungan berbagai pihak. Program tersebut menjadi kelanjutan dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir yang telah dilakukan perusahaan bersama para pemangku kepentingan.


Sebelumnya, Bio Farma telah menanam 8.600 bibit mangrove pada 2023 dan 2025. Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa agenda pelestarian lingkungan ditempatkan sebagai program berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.


Kepala Divisi TJSL, HSE, Aset, dan Umum Bio Farma, Hidayat Setiadji, mengatakan keberhasilan menjaga ekosistem mangrove sangat bergantung pada keterlibatan banyak pihak.


ā€œUpaya tersebut membutuhkan aksi nyata dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta masyarakat,ā€ ujar Hidayat.


Menurut Hidayat, kegiatan penanaman mangrove sekaligus menjadi momentum memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir. Momentum tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-136 Bio Farma pada 6 Agustus 2026 dan Hari Internasional untuk Konservasi Ekosistem Mangrove yang diperingati setiap 26 Juli.


Ia menegaskan, penanaman mangrove merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Bio Farma dalam menciptakan nilai berkelanjutan. Selain membantu melindungi kawasan pesisir dari abrasi, mangrove memiliki fungsi ekologis sebagai habitat berbagai flora dan fauna serta mampu menyerap dan menyimpan karbon.


Kepala Desa Muarabaru, Ato Sukanto, menilai keterlibatan dunia industri memberikan manfaat penting bagi upaya pelestarian lingkungan di wilayahnya.


ā€œMewakili pemerintah desa, kami menyampaikan terima kasih atas kontribusi dan dukungan dari dunia industri serta komunitas setempat. Berkat kolaborasi yang baik dari seluruh pihak, kegiatan penanaman mangrove ini dapat terlaksana,ā€ ujar Ato.


Bagi Bio Farma, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Aspek lingkungan berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan penguatan tata kelola melalui kerja sama lintas sektor.


Program tersebut juga mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs) serta semangat transformasi BUMN dalam ekosistem Danantara yang mengedepankan penciptaan nilai jangka panjang.


Ke depan, Bio Farma menyatakan akan terus mendukung berbagai inisiatif keberlanjutan yang memberikan dampak nyata dan terukur bagi lingkungan maupun masyarakat. Rehabilitasi mangrove di Muarabaru menjadi salah satu contoh bahwa agenda keberlanjutan dapat tumbuh dari kolaborasi dan aksi bersama. (IGN)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page