top of page

Berburu Buku Sambil Kulineran, Bandung Kenalkan Konsep Wisata Literasi Lewat Big Bad Wolf 2026

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 4 Agu
  • 2 menit membaca



Bandung (PRSSNIJabar) - Berburu buku sambil menikmati kuliner dan hiburan kini menjadi pengalaman baru yang ditawarkan Kota Bandung. Melalui penyelenggaraan Big Bad Wolf Books 2026 yang dipadukan dengan Pages & Plates Festival 2026, masyarakat diajak menikmati konsep wisata literasi yang menghadirkan suasana membaca lebih santai, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Festival yang berlangsung di Bikasoga Sport Center pada 3–9 Agustus 2026 itu menjadi penyelenggaraan perdana Big Bad Wolf di Kota Bandung. Tak hanya menghadirkan jutaan buku dengan beragam pilihan, kawasan festival juga dipenuhi tenant kuliner, ruang kreatif, panggung hiburan, hingga berbagai aktivitas edukasi bagi seluruh anggota keluarga.


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, mengatakan literasi saat ini tidak cukup hanya dimaknai sebagai kebiasaan membaca, tetapi juga harus mencakup pemahaman mengenai ekonomi, keuangan, dan teknologi digital yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.


"Literasi merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang semakin cerdas, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan zaman. Melalui Pages & Plates Festival 2026, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat, interaktif, dan menyenangkan bagi masyarakat," kata Junanto saat pembukaan festival, Senin (3/8).


Menurutnya, kolaborasi Bank Indonesia dengan Pemerintah Kota Bandung menjadi cara baru untuk mengenalkan literasi melalui pengalaman yang menyenangkan. Karena itu, pengunjung tidak hanya diajak membaca buku, tetapi juga mengenal peran Bank Indonesia, pentingnya menjaga Rupiah, hingga memahami transaksi digital yang aman.


Konsep tersebut mendapat sambutan positif dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Ia menilai perpaduan antara festival buku dan kuliner menghadirkan wajah baru literasi yang lebih menarik bagi masyarakat.


"Ini lebih dari sekadar sebuah event pameran buku. Ini adalah event pertama di Kota Bandung yang kita sebut sebagai wisata literasi. Masyarakat datang bukan hanya untuk membeli buku, tetapi juga menikmati suasana, membaca, berwisata, dan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan," kata Farhan.


Farhan berharap konsep tersebut dapat membuat budaya membaca semakin dekat dengan masyarakat. Menurutnya, literasi juga bisa menjadi penggerak ekonomi kreatif karena mampu melahirkan ide, karya, dan inovasi baru.


Selama festival berlangsung, Bank Indonesia menghadirkan Booth Literasi yang berisi koleksi buku gratis untuk dibaca, permainan edukatif mengenai kebanksentralan, edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, pengalaman menggunakan QRIS, hingga edukasi keamanan transaksi digital.


Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan menarik, mulai dari talkshow kepenulisan, storytelling anak, workshop kreatif, sesi edukasi QRIS, pertunjukan musik akustik, hingga stand-up comedy yang digelar sepanjang festival.


Tak hanya itu, seluruh transaksi di area festival didorong menggunakan QRIS sehingga pengunjung dapat langsung merasakan pengalaman bertransaksi secara digital dengan lebih mudah dan praktis.


Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, mengatakan kehadiran Big Bad Wolf di Bandung menjadi momen yang telah lama dinantikan. Ia berharap festival ini bukan hanya menjadi tempat berburu buku, tetapi juga menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menikmati akhir pekan bersama keluarga sambil menumbuhkan budaya membaca dalam suasana yang menyenangkan. (IGN)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page