top of page

Batavia Mood Gandeng Pelajar SMA Pangudi Luhur Tampilkan Semangat Regenerasi di SKF 2026

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 18 Jul
  • 2 menit membaca


Solo – Semangat regenerasi musik keroncong menjadi pesan utama yang dibawa Orkes Keroncong Batavia Mood dalam penampilan perdananya di Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta.


Dipimpin Ages Dwiharso, Batavia Mood menggandeng komunitas keroncong SMA Pangudi Luhur Jakarta untuk tampil bersama di panggung festival. Kolaborasi tersebut menjadi upaya memperlihatkan bahwa musik keroncong masih diminati dan terus diwariskan kepada generasi muda.


Ages mengatakan, konsep yang diusung tidak berfokus pada aransemen yang rumit, melainkan memberikan ruang belajar sekaligus pengalaman tampil bagi para pelajar.


"Konsep kami sederhana, bagaimana kakak-kakak dari Batavia Mood membimbing adik-adik dari SMA Pangudi Luhur. Yang paling penting adalah semangat menjaga keroncong tetap hidup dan terus berkembang," ujarnya, Sabtu (18/7).


Dalam penampilannya, Batavia Mood menghadirkan pemain flute, biola, dan vokalis utama, sedangkan delapan pelajar SMA Pangudi Luhur mengisi berbagai instrumen seperti bass, cello, cuk, cak, gitar, piano, dan vokal.


Menurut Ages, formasi tersebut disusun secara fleksibel agar para siswa memperoleh kesempatan lebih luas untuk belajar dan tampil di panggung nasional. Meski waktu latihan terbatas karena aktivitas sekolah, semangat para pelajar untuk ikut melestarikan musik keroncong menjadi modal utama.


"Kami memang tidak membuat aransemen yang terlalu rumit. Yang kami bangun adalah semangat anak-anak untuk ikut mengambil bagian dalam pelestarian musik keroncong," katanya.


Ages yang juga menjadi pembina komunitas keroncong di SMA Pangudi Luhur berharap kolaborasi lintas generasi tersebut dapat menunjukkan bahwa keroncong memiliki masa depan yang cerah.


"Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa keroncong memiliki generasi penerus. Setiap angkatan akan membawa karakter dan warna baru, tetapi semangat melestarikan musik tradisional Indonesia harus tetap ada," tuturnya.


Melalui kolaborasi antara musisi senior dan pelajar, Batavia Mood berharap Solo Keroncong Festival 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat regenerasi sekaligus membuktikan bahwa musik keroncong tetap relevan di tengah perkembangan zaman. (GPWK)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page