top of page

Banjar Gandeng Perusahaan Korea Selatan, Kebocoran Air Ditarget Turun hingga 20 Persen

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 4 Agu
  • 2 menit membaca

Banjar (PRSSNIJabar) - Upaya Pemerintah Kota Banjar menekan tingginya angka kehilangan air bersih memasuki babak baru. Perumdam Tirta Anom resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, WI.Plat Co., Ltd., yang didampingi PT Supra Internasional Indonesia, untuk menerapkan teknologi pendeteksi kebocoran pada jaringan distribusi air.


Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumdam Tirta Anom Kota Banjar, Senin (3/8/2026). Melalui kolaborasi itu, Kota Banjar memperoleh hibah teknologi senilai Rp15 miliar dari pihak Korea Selatan.


Wali Kota Banjar, H. Sudarsono, mengatakan, tingginya tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) selama ini menjadi salah satu persoalan utama dalam pelayanan air bersih. Karena itu, penerapan teknologi baru diharapkan mampu mendeteksi sekaligus menekan kebocoran jaringan secara lebih akurat


Menurutnya, kerja sama yang dirancang berlangsung selama tiga tahun tersebut menargetkan penurunan tingkat kehilangan air hingga 20 persen. Selain meningkatkan efisiensi distribusi air bersih, program itu juga diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi bagi Perumdam.


"Dari efisiensi itu nantinya akan muncul keuntungan. Untuk skema kerja samanya, 70 persen keuntungan menjadi hak Perumdam Tirta Anom dan 30 persen untuk perusahaan Korea Selatan," kata Sudarsono.


Direktur Perumdam Tirta Anom Kota Banjar, E. Fitrah Nurkamilah, menjelaskan, penerapan sistem baru menjadi kebutuhan mendesak, terutama saat memasuki musim kemarau ketika efisiensi penggunaan air harus semakin ditingkatkan.


Ia mengungkapkan, tingkat kehilangan air di Kota Banjar saat ini masih mencapai sekitar 40 persen. Persoalan tersebut telah berlangsung sejak pengelolaan layanan air bersih dialihkan dari Kabupaten Ciamis kepada Pemerintah Kota Banjar.


"Mudah-mudahan dengan adanya sistem baru yang lebih canggih dari Korea Selatan ini bisa meminimalisir kehilangan air di Kota Banjar. Target kami, dalam waktu tiga tahun ke depan angka kebocoran bisa ditekan sesuai standar nasional, yakni di kisaran 25 persen," ujarnya.


Perumdam Tirta Anom optimistis penerapan teknologi pendeteksi kebocoran tersebut akan meningkatkan efisiensi pengelolaan air sekaligus memperlancar distribusi air bersih kepada pelanggan di berbagai wilayah Kota Banjar. (LER)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page