Bandung Zoo Bersiap Bangkit, Target Dibuka Kembali Kurang Dari Setahun
- Admin02

- 13 Jun
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Harapan masyarakat untuk kembali menikmati suasana Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) mulai menemukan titik terang. Setelah melalui proses panjang dan berbagai tahapan administrasi yang cukup kompleks, Bandung Zoo kini bersiap memasuki fase revitalisasi bersama pengelola baru, Faunaland.
Pemerintah Kota Bandung memastikan proses reaktivasi terus berjalan. Saat ini, fokus utama berada pada penyelesaian konsep revitalisasi serta negosiasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang menjadi dasar pengelolaan kawasan konservasi tersebut.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pihaknya tengah menunggu finalisasi konsep dan kesepakatan kerja sama agar proses revitalisasi dapat segera dimulai. Menurutnya, penyelesaian administrasi menjadi langkah penting sebelum Bandung Zoo kembali menerima pengunjung.
āKita lagi menunggu selesainya konsep dan negosiasi PKS. Mudah-mudahan segera terlaksana dan menerima pembayaran pertama,ā ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (12/6/2026).
Farhan menjelaskan, sejumlah aspek masih dibahas dalam proses negosiasi, termasuk skema pembagian hasil, masa tenggang investasi, hingga tahapan pengurusan perizinan yang diperlukan. Ia memperkirakan proses perizinan membutuhkan waktu sekitar satu tahun karena mencakup izin konservasi baru, dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Sebagai bagian dari percepatan proses tersebut, Farhan dijadwalkan bertemu Menteri Kehutanan untuk membahas nota kesepahaman yang berkaitan dengan perizinan konservasi.
Selain fokus pada aspek administrasi, Pemkot Bandung juga menaruh perhatian besar terhadap konsep pengelolaan Bandung Zoo ke depan. Kebun binatang yang telah menjadi ikon wisata Kota Bandung itu diharapkan tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga pusat edukasi dan konservasi satwa.
Farhan menegaskan ada tiga hal penting yang harus menjadi perhatian pengelola baru. Pertama, mempertahankan tenaga kerja lama agar operasional tetap berjalan dengan baik. Kedua, menjaga identitas dan nilai historis Bandung Zoo yang selama ini dikenal masyarakat dengan sebutan āDerentenā.
āBandung Zoo itu punya nilai sejarah dan budaya. Itu harus tetap dipertahankan,ā katanya.
Ketiga, Bandung Zoo diharapkan mampu memperkuat fungsi konservasi melalui program pelepasliaran satwa ke habitat alaminya. Beberapa satwa endemik seperti owa dan surili disebut memiliki potensi untuk dikembalikan ke kawasan hutan di Bandung Selatan, termasuk wilayah Pangalengan dan Gambung.
Terkait harga tiket masuk, Pemkot Bandung memastikan aspek keterjangkauan masyarakat tetap menjadi pertimbangan. Meski belum ada keputusan final, pemerintah akan mengawal agar tarif yang diterapkan tetap ramah bagi pengunjung.
Dengan berbagai tahapan yang kini terus berjalan, Pemkot Bandung optimistis Bandung Zoo dapat kembali dibuka dalam waktu kurang dari satu tahun. Kehadiran kembali destinasi legendaris ini diharapkan mampu menghidupkan sektor wisata sekaligus memperkuat fungsi edukasi dan konservasi di Kota Bandung. (IGN)



Komentar