Bandara Husein Beroperasi Lagi, Delapan Rute Penerbangan Siap Layani Masyarakat
- Admin02

- 5 Jul
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Harapan masyarakat untuk kembali menikmati layanan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara kian mendekati kenyataan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan reaktivasi bandara tersebut terus berproses, dengan delapan rute penerbangan langsung yang telah dipersiapkan untuk melayani mobilitas masyarakat saat operasional kembali dibuka.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan delapan kota tujuan dipastikan akan terhubung langsung dengan Kota Bandung. Rute tersebut meliputi Denpasar, Balikpapan, Medan, Pontianak, Makassar, Batam, Padang, dan Pekanbaru.
Menurutnya, keberadaan rute-rute tersebut akan memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas bisnis, pariwisata, dan investasi.
"Mudah-mudahan nanti bisa terbang ke Denpasar, Balikpapan, Medan, Pontianak, Makassar, Batam, Padang dan Pekanbaru. Delapan destinasi itu sudah pasti," kata Farhan di Bandung, Sabtu (4/7/2026).
Meski demikian, Farhan menegaskan keputusan mengenai jadwal operasional dan pembukaan penerbangan sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan. Pemerintah Kota Bandung, menurutnya, hanya menunggu keputusan resmi setelah seluruh tahapan administrasi dan teknis diselesaikan.
Lebih lanjut Farhan menyebut, pemerintah pusat bersama sejumlah instansi terkait telah memiliki kesepahaman mengenai rencana pengoperasian kembali Bandara Husein. Jika tidak ada kendala, bandara tersebut ditargetkan mulai melayani penerbangan pada rentang Juli hingga September 2026.
"Alhamdulillah, walaupun kami bukan pembuat keputusan. Presiden, Menteri Perhubungan, Kementerian Pertahanan dan TNI AU semuanya sudah bersepakat untuk mengoperasikan bandara antara bulan Juli, Agustus atau September. Kami memang masih menunggu," sebut Farhan.
Di tengah penantian tersebut, Pemerintah Kota Bandung terus mempercepat berbagai pekerjaan infrastruktur pendukung di luar kawasan bandara. Langkah ini dilakukan agar seluruh akses menuju Bandara Husein telah siap saat operasional penerbangan kembali dimulai.
Sejumlah pekerjaan yang telah dilakukan antara lain perbaikan kondisi jalan, normalisasi drainase, pemangkasan pohon di sepanjang jalur menuju bandara, pemasangan dan perbaikan penerangan jalan umum (PJU), hingga pengecatan ulang marka jalan. Berbagai pembenahan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Farhan mengungkapkan, sebagian besar pekerjaan fisik kini telah selesai. Namun, masih terdapat sejumlah aspek yang terus dimatangkan, terutama terkait sistem parkir dan pengaturan transportasi di kawasan bandara agar tidak menimbulkan kemacetan ketika aktivitas penerbangan kembali berjalan.
"Hal yang masih menjadi PR sekarang adalah mengenai parkir dan tata kelola parkir serta taksi. Sudah dipastikan tidak boleh ada kendaraan umum massal seperti angkot maupun bus masuk ke sana. Kalau pun ada, kita hanya menyediakan shuttle tetapi itu pun belum final. Kalau dari sisi luar, kami sudah siap," ungkap Farhan.
Reaktivasi Bandara Husein diharapkan menjadi momentum kebangkitan konektivitas udara Kota Bandung. Kehadiran delapan rute penerbangan langsung diyakini akan mempermudah mobilitas masyarakat Jawa Barat tanpa harus melalui bandara di luar kota.
Selain memberikan kemudahan bagi penumpang, beroperasinya kembali Bandara Husein juga diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, jasa, hingga investasi. Pemerintah Kota Bandung optimistis peningkatan akses transportasi udara akan memberikan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi dan memperkuat daya saing Kota Bandung sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Indonesia. (IGN)



Komentar