top of page

Akpol 2026: Satu Jalur, Tanpa Perlakuan Istimewa

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 9 Jun
  • 2 menit membaca


Bandung (PRSSNIJabar) - Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si menegaskan komitmen Polri untuk menyelenggarakan seleksi penerimaan Calon Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 secara bersih, transparan, dan akuntabel.


Penegasan tersebut disampaikan Irjen Pol. Anwar sebagai bentuk komitmen Polri menjaga integritas proses rekrutmen serta menjawab harapan masyarakat terhadap seleksi yang objektif dan bebas dari praktik kecurangan.


Menurutnya, seluruh tahapan seleksi wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.


ā€œSaya instruksikan agar seluruh tahapan seleksi penerimaan wajib dilaksanakan dengan memegang teguh prinsip BETAH. Melalui prinsip ini, proses rekrutmen harus berjalan secara objektif, jujur, adil, bebas dari KKN, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai Hak Asasi Manusia,ā€ ujar Irjen Pol. Anwar, Senin (8/6/2026).


Ia juga menegaskan bahwa penerimaan Akpol Tahun Anggaran 2026 hanya melalui satu jalur resmi, yakni Jalur Reguler Nasional. Tidak ada jalur khusus, kuota Mabes, jalur prestasi khusus maupun bentuk perlakuan istimewa lainnya.


ā€œSemua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing secara adil berdasarkan kemampuan murni,ā€ tegasnya.


Sebagai wujud transparansi, Mabes Polri turut mempublikasikan hasil Sidang Kelulusan Menuju Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) II yang digelar pada 4 Juni 2026.


Dari total 2.959 peserta yang mengikuti sidang tersebut, terdiri dari 2.716 pria dan 243 wanita, sebanyak 513 peserta dinyatakan lulus terpilih untuk memperebutkan kuota seleksi tingkat pusat. Jumlah tersebut terdiri dari 468 peserta pria dan 45 peserta wanita. Sementara 2.446 peserta lainnya dinyatakan belum terpilih.


Irjen Pol. Anwar meminta seluruh jajaran SDM Polri aktif menyosialisasikan prinsip BETAH dan informasi terkait jalur seleksi resmi kepada masyarakat guna mencegah praktik penipuan yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.


ā€œSaya minta agar hal tersebut, baik mengenai prinsip BETAH maupun kepastian satu jalur reguler nasional ini, digaungkan dan dipublikasikan secara masif ke media dan masyarakat. Jangan sampai masyarakat menjadi korban penipuan oleh oknum-oknum yang menjanjikan kelulusan,ā€ katanya.


Menurutnya, pola rekrutmen yang terbuka dan akuntabel saat ini juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga pengawas eksternal yang selama ini ikut memantau jalannya seleksi penerimaan anggota Polri.


ā€œPola rekrutmen seperti ini sudah sangat sesuai dengan keinginan masyarakat, kelompok LSM, Kompolnas, Ombudsman dan tim KPRP yang senantiasa membantu Polri dengan monitoring pelaksanaan rekrutmen Polri T.A. 2026,ā€ tambahnya.


Para calon taruna dan taruni yang dinyatakan lulus terpilih dijadwalkan tiba di Akpol Semarang pada 3 Juli 2026 untuk mengikuti seleksi tingkat pusat. Mereka akan menjalani serangkaian tahapan lanjutan mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, akademik, psikologi, wawancara hingga sidang akhir tingkat Panitia Pusat (Panpus) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli 2026.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H memberikan motivasi kepada para peserta yang belum berhasil melanjutkan ke tahap berikutnya.


Menurutnya, kegagalan dalam seleksi bukanlah akhir dari perjuangan untuk mengabdi melalui institusi Polri.


ā€œLuar biasa adik-adik telah berjuang sampai tahap ini. Yang perlu diperhatikan adalah kesiapan latihan dan kesiapan menjadi yang terbaik agar bisa masuk kuota pendidikan. Itu harus diperbaiki tahun depan. Jangan kenal lelah, karena banyak contoh peserta yang baru berhasil setelah dua atau tiga kali mencoba. Tetap semangat menggapai cita-cita melalui jalur pengabdian sebagai anggota Polri,ā€ ujar Hendra. (AMJ)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page