Abu Anak Krakatau Sampai Bekasi, Warga Mulai Cari Masker N95


Bekasi (PRSSNIJabar) - Abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai menjadi perhatian warga Kota Bekasi. Di tengah imbauan pemerintah untuk mengurangi paparan abu, sebagian warga memilih melakukan proteksi mandiri dengan menyiapkan masker, termasuk jenis N95.
Darma, warga Kecamatan Mustikajaya, mengatakan dirinya mulai mencari masker N95 setelah mengetahui adanya sebaran abu vulkanik yang berdampak ke sejumlah wilayah. Masker disiapkan untuk mengantisipasi paparan partikel abu ketika harus beraktivitas di luar rumah.
"Nyiapin masker untuk antisipasi abu vulkanik karena saya dengar beberapa wilayah juga sudah banyak terpapar. Apalagi ada imbauan di kantor maupun sekolah anak untuk pakai masker. Harganya juga masih relatif terjangkau, sekitar Rp10 ribu dapat lima masker," ujar Darma, Senin (7/9/2026).
Kekhawatiran warga tersebut muncul setelah abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar hingga sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi pun meminta masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak ada keperluan mendesak. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar juga diminta menggunakan masker dan kacamata untuk mengurangi paparan abu, dengan perhatian khusus diberikan kepada anak-anak, lansia, serta warga yang sensitif terhadap kualitas udara.
Imbauan serupa juga diterapkan di lingkungan pendidikan. Dinas Pendidikan Kota Bekasi telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan negeri dan swasta agar meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik.
Sekolah diminta menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi setempat. Jika situasi tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka berlangsung secara aman, sekolah dapat menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara situasional.
Bagi warga yang harus keluar rumah, penggunaan masker yang sesuai menjadi salah satu langkah perlindungan. Pemerintah juga mengingatkan pentingnya melindungi mata dengan kacamata serta mengurangi paparan langsung terhadap abu vulkanik.
Di sisi lain, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam telah berakhir, namun aktivitas vulkanik masih berlangsung dengan pola letusan ringan secara berkala dan tingkat kegempaan masih tinggi. Status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga.
Kondisi tersebut membuat kewaspadaan di wilayah yang terdampak abu, termasuk Bekasi, tetap diperlukan. Warga diimbau mengikuti informasi dari pemerintah dan instansi berwenang serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. (SAS)



Komentar