top of page

240 Pengayuh Becak Lansia Pangandaran Kini Beralih ke Becak Listrik

Gambar penulis: Admin02
Admin02
29 Sep
3 menit membaca

Pangandaran (PRSSNIJabar) - Bagi para pengayuh becak lanjut usia (lansia) di Kabupaten Pangandaran, mengayuh becak tak lagi sepenuhnya mengandalkan tenaga kaki. Sebanyak 240 pengayuh kini mendapat becak listrik yang diharapkan dapat meringankan beban fisik sekaligus membantu menjaga keberlangsungan mata pencaharian mereka.


Bantuan 240 unit becak listrik tersebut disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui program yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Penyerahan dilakukan Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama jajaran Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Halaman Pendopo Alun-Alun Parigi, Senin (28/9/2026).


Para penerima bantuan diprioritaskan bagi pengayuh becak berusia di atas 55 tahun. Kehadiran armada listrik ini diharapkan membuat para pengayuh tetap dapat bekerja tanpa harus mengeluarkan tenaga sebesar ketika menggunakan becak konvensional.


Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan bantuan tersebut bukan hanya membantu aktivitas para pengayuh becak, tetapi juga diharapkan berdampak pada perekonomian keluarga.


"Kebijakan ini sangat bermanfaat, dapat membantu gerak roda perekonomian di tingkat keluarga. Bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo ini menjadi wujud nyata adaptasi teknologi untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Para penerima diharapkan menjadi pionir pemanfaatan teknologi ramah lingkungan di Kabupaten Pangandaran," kata Citra di Pendopo Parigi, Senin (28/9/2026).


Menurut Citra, perhatian terhadap para pengayuh becak tersebut menjadi bagian dari berbagai program nasional yang dijalankan di Kabupaten Pangandaran. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo dan YGSN atas dukungan yang diberikan.


"Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan YGSN atas berbagai program nasional yang dijalankan di Kabupaten Pangandaran, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), KDKMP, hingga Sekolah Rakyat. Program-program yang disusun ini menjadi jawaban konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat," ujarnya.


Direktur Operasional Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Brigjen TNI (Purn.) Sudarwo Aris Nurcahyo, mengatakan becak listrik tersebut dirancang sebagai kendaraan yang dapat membantu para pengayuh lansia menjalankan aktivitasnya dengan beban tenaga yang lebih ringan.


Menurut Sudarwo, armada tersebut merupakan produk dalam negeri dan pengadaannya dibiayai menggunakan dana pribadi Presiden Prabowo.


"Tujuannya untuk meringankan kerja dan menambah penghasilan keluarga. Ini merupakan produk hasil produksi dalam negeri dan pembiayaannya berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo," kata Sudarwo.


Ia juga mengingatkan para penerima bantuan agar menjaga dan memanfaatkan becak listrik sesuai peruntukannya. Becak tersebut tidak diperbolehkan untuk disewakan, dipindahtangankan, maupun dijual.


"Kami harap penerima dapat memanfaatkannya dan menjaganya dengan baik. Tidak boleh disewakan, dipindahtangankan, atau bahkan dijual," tegasnya.


Dari sisi transportasi, kehadiran becak listrik juga dinilai dapat mendukung pengembangan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan, terutama di kawasan wisata Pangandaran.


Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran Ghaniyy Fahmi mengatakan penggunaan motor listrik pada becak dapat membantu pengemudi ketika membawa penumpang maupun barang, sehingga mereka tidak harus mengandalkan tenaga fisik sepenuhnya.


"Atas nama Dinas Perhubungan, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat. Kehadiran becak listrik tidak hanya memiliki arti sebagai bantuan sarana transportasi, tetapi juga membawa semangat perubahan menuju pelayanan transportasi yang lebih ramah lingkungan, aman, nyaman, tertib, dan berkelanjutan," ujar Ghaniyy.


Menurut dia, penggunaan becak listrik juga dapat meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus produktivitas pengemudi.


"Becak listrik dapat membantu mengurangi beban tenaga dalam mengoperasikan kendaraan, meningkatkan kenyamanan pelayanan kepada penumpang, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan para pengemudi. Dari perspektif perhubungan, ini adalah bagian dari transformasi transportasi di kawasan wisata menuju penggunaan kendaraan rendah emisi," jelasnya.


Meski menggunakan tenaga listrik, Dishub tetap mengingatkan para pengemudi untuk memperhatikan keselamatan dan merawat kendaraan secara rutin, terutama sistem pengereman, kelistrikan, baterai, serta lampu keselamatan.


"Pemanfaatan becak listrik harus tetap memperhatikan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Kendaraan harus digunakan sesuai dengan fungsi, tidak mengganggu pengguna jalan lainnya, serta dirawat secara rutin—mulai dari sistem pengereman, kelistrikan, baterai, hingga lampu keselamatan agar tetap dalam kondisi prima," kata Ghaniyy. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page