top of page

200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Diserahkan untuk Pengayuh Becak Kota Banjar

Gambar penulis: Admin03
Admin03
7 Sep
2 menit membaca

Banjar (PRSSNIJabar) - Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden RI Prabowo Subianto diserahkan kepada para pengayuh becak di Kota Banjar, Jawa Barat, Senin (7/9/2026).


Penyerahan kendaraan ramah lingkungan tersebut dipusatkan di halaman Banjar Convention Hall (BCH). Bantuan diberikan secara gratis dan diprioritaskan bagi pengayuh becak lanjut usia, khususnya mereka yang telah berusia 55 tahun ke atas.


Penyerahan dilakukan langsung Wali Kota Banjar H. Sudarsono didampingi Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN).


Becak listrik tersebut diharapkan dapat meringankan beban fisik para pengayuh yang selama ini mengandalkan tenaga untuk mencari nafkah sehari-hari


Wali Kota Banjar H. Sudarsono menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden Prabowo terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para pekerja lapangan.


Menurutnya, becak listrik produksi PT Pindad tersebut memiliki nilai sekitar Rp22 juta per unit. Karena itu, penerima diminta tidak hanya memanfaatkannya untuk mengangkut penumpang.


"Bantuan becak listrik ini sangat membantu warga kita yang selama ini mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah, khususnya yang sudah berusia 55 tahun ke atas," ujar Sudarsono.


Ia berharap becak listrik tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas ekonomi lainnya, termasuk membantu pemasaran produk UMKM hingga mendukung sektor pariwisata di Kota Banjar.


"Jangan hanya digunakan untuk mengangkut penumpang umum, tetapi juga dioptimalkan mendukung ekonomi daerah, seperti berjualan produk UMKM keliling hingga memperkuat ekosistem wisata di Kota Banjar," katanya.


Produksi PT Pindad Ditargetkan 25 Ribu Unit

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan mengatakan, penyaluran 200 becak listrik di Kota Banjar merupakan bagian dari program strategis Presiden Prabowo yang dilaksanakan di berbagai daerah.


Menurut Firman, becak listrik tersebut diproduksi industri pertahanan dalam negeri, PT Pindad.


Hingga saat ini, distribusi becak listrik telah mencapai lebih dari 10.000 unit di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.


"Becak listrik ini diproduksi oleh PT Pindad dan sampai saat ini sudah didistribusikan lebih dari 10.000 unit di sejumlah daerah di Pulau Jawa, dari total target 25.000 unit pada tahun 2026 ini," ungkap Firman.


YGSN juga mengingatkan para penerima bantuan agar menjaga dan merawat becak listrik yang telah diterima.


Kendaraan tersebut tidak diperbolehkan untuk dijual, digadaikan, disewakan atau dipindahtangankan kepada orang lain.


"Kami berpesan kepada para penerima agar menjaga dan merawat becak listrik ini dengan baik. Tidak boleh dijual, tidak boleh digadaikan, tidak boleh direntalkan, dan tidak boleh dipindahtangankan kepada orang lain," tegas Firman.


Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus membantu perekonomian keluarga para pengayuh becak.


Dengan tambahan 200 unit becak listrik, para pengayuh becak di Kota Banjar diharapkan dapat bekerja lebih ringan dan efisien tanpa harus sepenuhnya mengandalkan kekuatan fisik.


Bantuan tersebut sekaligus diharapkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Banjar. (LER)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page