top of page

17 Tahun Gong Perdamaian Dunia, Bupati Ciamis: Jangan Hanya Seremonial

Gambar penulis: Admin03
Admin03
10 Sep
2 menit membaca

Ciamis (PRSSNIJabar) - Gong Perdamaian Dunia di Kompleks Situs Bojong Galuh Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, kembali ditabuh dalam peringatan Milangkala ke-17, Rabu (9/9/2026).


Namun, peringatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mendorong momentum tersebut menjadi pengingat sekaligus kekuatan untuk membangun daerah melalui nilai toleransi, kerukunan dan perdamaian.


Herdiat menegaskan, semangat perdamaian yang selama 17 tahun digaungkan dari Tatar Galuh harus diwujudkan dalam langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


ā€œAlhamdulillah, hari ini kita melaksanakan Milad Gong Perdamaian Dunia yang ke-17. Ini membuktikan bahwa masyarakat Tatar Galuh Ciamis begitu mencintai perdamaian,ā€ kata Herdiat saat menghadiri kegiatan tersebut.


Menurutnya, perjalanan 17 tahun Gong Perdamaian Dunia harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan mendorong Ciamis agar semakin maju.


ā€œMakna yang diambil dari 17 tahun ini adalah kita harus lebih baik, lebih maju, dan lebih berkembang. Jangan begini-begini terus, hanya upacara seremonial,ā€ tegasnya.


Herdiat berharap keberadaan Gong Perdamaian Dunia mampu memberikan efek nyata terhadap pembangunan dan perekonomian masyarakat Ciamis.


ā€œHarusnya ada efek nyata untuk kemajuan dan berdampak baik untuk ekonomi Ciamis,ā€ ujarnya.


Herdiat mengatakan, Ciamis memiliki modal sejarah dan budaya yang kuat. Tatar Galuh memiliki sejarah panjang sejak era Kerajaan Galuh sekitar tahun 739 Masehi.

Warisan sejarah dan nilai-nilai kedamaian tersebut, kata dia, harus terus dirawat sekaligus dikembangkan menjadi kekuatan daerah.


Bukan hanya untuk menjaga kerukunan masyarakat, tetapi juga membangun citra Ciamis sebagai daerah yang aman dan kondusif bagi investasi.


ā€œDengan Galuh yang damai dan kondusif, banyak pengusaha yang mau datang dan menanamkan modalnya di Ciamis agar daerah ini bisa tumbuh lebih baik,ā€ katanya.


Herdiat menilai masuknya investasi harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.


ā€œPaling tidak, dampak perekonomian masyarakat harus terus meningkat,ā€ tambahnya.


Duta Besar Negara Sahabat Bakal Diundang

Pemkab Ciamis juga berencana memperluas pesan perdamaian dari Karangkamulyan ke tingkat internasional.


Pada penyelenggaraan Milangkala Gong Perdamaian Dunia tahun mendatang, Pemkab Ciamis berencana mengundang para duta besar negara sahabat yang berkantor di Jakarta.


Kehadiran para diplomat tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Karangkamulyan sebagai salah satu simbol perdamaian dan keberagaman.


Gong Perdamaian Dunia di Karangkamulyan sendiri diresmikan pada 9 September 2009. Gong tersebut memiliki diameter 3,33 meter dan dihiasi lambang serta bendera berbagai negara, termasuk simbol-simbol keagamaan.

Ikon tersebut menjadi simbol persaudaraan, keberagaman dan toleransi universal.


Pemkab Ciamis berharap penguatan diplomasi budaya melalui Gong Perdamaian Dunia tidak berhenti pada pesan perdamaian semata.


Lebih jauh, keberadaan situs tersebut diharapkan mampu mengangkat potensi pariwisata sejarah dan budaya Ciamis sehingga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page