top of page

160 Becak Listrik Bantuan Presiden Mengaspal di Ciamis, Lansia Tak Lagi Terlalu Berat Mengayuh

Gambar penulis: Admin03
Admin03
7 Sep
2 menit membaca

Ciamis (PRSSNIJabar) - Kabar baik datang bagi para pengayuh becak di wilayah Priangan Timur, terutama mereka yang sudah berusia lanjut namun masih harus mengayuh setiap hari demi memenuhi kebutuhan keluarga.


Kini, beban fisik mereka mulai diringankan dengan hadirnya becak listrik bantuan Presiden RI Prabowo Subianto.


Bantuan yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) tersebut menyasar para pengayuh becak berusia 55 tahun ke atas.


Di Kabupaten Ciamis, sebanyak 160 unit becak listrik diserahkan secara simbolis oleh Bupati Ciamis bersama YGSN di Aula PKK Ciamis, Minggu (6/9/2026).


Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para pengayuh becak tetap produktif tanpa harus menguras tenaga secara berlebihan di usia senja.


Bupati Ciamis menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan kepada para pekerja lapangan, khususnya pengayuh becak.


"Dengan adanya bantuan becak listrik ini diharapkan bisa lebih menghemat tenaga, khususnya bagi mereka yang sudah berusia 55 tahun ke atas," ujar Bupati Ciamis.


Namun demikian, Bupati mengingatkan agar bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan penerima.


Ia meminta becak listrik yang telah diterima tidak diperjualbelikan, digadaikan maupun dipindahtangankan kepada orang lain.


"Jangan dijual, jangan digadaikan dan jangan dipindahtangankan. Betul-betul diperhatikan sehingga bisa membantu kehidupan bapak-bapak semua," tegasnya.


Bentuk Kepedulian untuk Pekerja Lansia

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan mengatakan, program bantuan becak listrik tersebut telah dirancang sebagai bentuk kepedulian terhadap para pekerja lanjut usia yang masih berjuang mencari nafkah.


Penggunaan becak listrik diharapkan dapat mengurangi beban fisik para pengayuh sekaligus membuat mereka tetap memiliki ruang untuk bekerja secara produktif.


Selain membantu mengurangi tenaga yang dikeluarkan, penggunaan kendaraan listrik juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan transportasi yang lebih ramah lingkungan.


Kota Tasikmalaya Dapat 220 Unit

Program serupa juga menyasar Kota Tasikmalaya.


Wali Kota Tasikmalaya Viman menyebut daerahnya mendapatkan alokasi 220 unit becak listrik. Jumlah tersebut sama dengan alokasi yang diterima Kota Banjar.


Penyaluran bantuan dilakukan setelah proses verifikasi dan pencocokan data penerima yang telah dilakukan sejak awal tahun.


Bantuan tidak hanya diperuntukkan bagi pemilik becak, tetapi juga penyewa becak yang memenuhi kriteria usia di atas 55 tahun


"Program ini merupakan hasil verifikasi panjang sejak awal tahun untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi pemilik maupun penyewa becak yang berusia di atas 55 tahun," ujar Viman


Peluncuran resmi becak listrik di Kota Tasikmalaya dijadwalkan berlangsung di Balai Kota Tasikmalaya, Selasa (8/9/2026).

Menariknya, Pemkot Tasikmalaya tidak hanya membagikan bantuan tersebut, tetapi juga berencana mengintegrasikan becak listrik ke dalam ekosistem transportasi hijau daerah.


Becak listrik nantinya disinergikan dengan program prioritas "Rabu Biru".

Melalui program tersebut, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tasikmalaya didorong mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memanfaatkan jasa becak listrik setiap hari Rabu.


Langkah itu diharapkan ikut menekan emisi gas buang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Di sisi lain, kehadiran becak listrik diharapkan bukan hanya menjadi bantuan kendaraan, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga para pengayuh becak tetap produktif dengan beban fisik yang lebih ringan di usia lanjut. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page