top of page

Polres Garut Buka Akses Kerja bagi Keluarga Korban KM Virgo Transport 8

Gambar penulis: Admin02
Admin02
5 hari yang lalu
2 menit membaca

Garut (PRSSNIJabar) - Di tengah penantian kabar keluarga yang belum ditemukan dalam insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8, dukungan bagi warga terdampak terus diberikan. Bukan hanya dalam bentuk tali asih, Polres Garut juga menyiapkan akses pekerjaan bagi keluarga korban agar mereka tetap memiliki pegangan untuk melanjutkan kehidupan.


Langkah tersebut disampaikan Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra saat bersama Ketua Bhayangkari Cabang Garut Ny. Vicka Niko menyambangi Posko Informasi Korban Kecelakaan Kapal Virgo 8 di halaman Masjid Al-Hasbi, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Senin (14/9/2026).


Kedatangan jajaran Polres Garut bersama pejabat utama dan Forkopimcam Karangpawitan itu dilakukan untuk bertakziah, menyerahkan tali asih, sekaligus memberikan penguatan kepada keluarga korban yang masih menunggu kepastian nasib anggota keluarganya.


Berdasarkan data pembaruan per Senin (14/9/2026), sebanyak 23 warga Garut menjadi korban dalam insiden kapal rute Surabaya-Banjarmasin tersebut. Sebanyak 11 orang telah ditemukan selamat, dua orang dikonfirmasi meninggal dunia, sementara 10 lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan di Perairan Laut Jawa.


Di hadapan keluarga korban, Kapolres Garut meminta masyarakat tetap bersabar sembari terus berikhtiar menunggu hasil pencarian.


"Yang pertama harus sabar, istigfar, dan berikhtiar. Polres Garut tidak akan tinggal diam; Polres Garut sudah menjadi keluarga bagi masyarakat. Kehadiran kami untuk memastikan warga tidak berjalan sendirian menghadapi situasi berat ini," kata Niko.


Menurutnya, pendampingan terhadap keluarga korban tidak berhenti pada bantuan saat musibah terjadi. Polres Garut juga berupaya memikirkan kondisi sosial dan ekonomi keluarga yang ditinggalkan.


Salah satunya dengan membuka kesempatan bagi perwakilan keluarga korban untuk memperoleh akses pekerjaan di lingkungan Mapolres Garut.


"Silakan datang ke Polres, karena banyak pekerjaan di Polres yang sedang menunggu. Mau jadi apa, nanti kami carikan. Intinya mereka harus tetap semangat supaya tidak down," imbuhnya.


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk membantu keluarga korban menghadapi dampak sosial dan ekonomi akibat musibah tersebut.


Sementara itu, dalam penanganan korban, Polres Garut terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Garut dan pihak terkait. Kepolisian juga menyatakan siap melakukan penjemputan serta pengawalan dalam proses pemulangan korban selamat maupun jenazah korban meninggal hingga ke rumah duka.


Pendampingan oleh personel Polres Garut dan jajaran Polsek setempat akan terus dilakukan selama proses pencarian masih berlangsung. Kepolisian menunggu perkembangan resmi dari Posko Basarnas terkait hasil pencarian korban di Perairan Laut Jawa.


Bagi keluarga korban, proses tersebut bukan hanya tentang menunggu kabar, tetapi juga menghadapi dampak kehidupan setelah musibah. Karena itu, dukungan yang diberikan Polres Garut diarahkan tidak hanya untuk menguatkan mereka melewati masa duka, tetapi juga membantu agar kehidupan keluarga tetap berjalan. (SLT)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page