Krisis Air Bersih Meluas, Tagana Pangandaran Salurkan 370 Ribu Liter ke Warga Terdampak


Pangandaran (PRSSNIJabar) - Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, masih terjadi. Penanganan terhadap warga terdampak pun terus dilakukan dengan pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan.
Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran mencatat sebanyak 370.000 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat sejak 12 hingga 27 Agustus 2026.
Petugas Tagana Kabupaten Pangandaran, Wawan Kuswandi mengatakan, pendistribusian air bersih kini didukung armada tangki baru yang dikirim langsung oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Armada tersebut menggantikan kendaraan tangki milik Tagana Pangandaran yang sebelumnya sudah tidak layak digunakan karena kondisi sasis mengalami kerusakan.
"Tangki dikirim tanggal 10 dari kementerian dan tiba di Pangandaran tanggal 11 Agustus. Kami langsung melakukan persiapan, dan mulai 12 Agustus melakukan suplai air bersih ke masyarakat yang membutuhkan hingga sekarang," kata Wawan, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, bantuan armada baru tersebut sangat membantu kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Permohonan pengadaan kendaraan tangki sebelumnya disampaikan karena armada lama sudah tidak memungkinkan digunakan untuk menunjang operasional di lapangan.
Cimerak Terima Pasokan Terbesar
Dari total 370.000 liter air bersih yang disalurkan hingga 27 Agustus 2026, Kecamatan Cimerak menjadi wilayah dengan pasokan terbesar, yakni mencapai 155.000 liter.
Air bersih tersebut didistribusikan ke sejumlah desa. Di antaranya Desa Sukajaya sebanyak 30.000 liter, Kertaharja 25.000 liter, Limusgede dan Cimerak masing-masing 20.000 liter.
Kemudian Desa Batumalang, Kertamukti, Mekarsari dan Sindangsari masing-masing mendapatkan 15.000 liter.
Wilayah berikutnya adalah Kecamatan Cigugur dengan total penyaluran mencapai 90.000 liter. Desa Cimindi menerima pasokan terbesar sebanyak 40.000 liter, disusul Desa Pagarbumi dan Bunisari masing-masing 20.000 liter serta Desa Kertajaya 10.000 liter.
Sementara di Kecamatan Cijulang, Tagana menyalurkan 75.000 liter air bersih. Rinciannya, Desa Batukaras 35.000 liter, Cibanten 20.000 liter, serta Margacinta dan Kondangjajar masing-masing 10.000 liter.
Sedangkan Kecamatan Sidamulih mendapat pasokan sebanyak 45.000 liter, yang seluruhnya didistribusikan ke Desa Sidamulih.
7.973 Jiwa Terdampak Kekeringan
Berdasarkan data penanganan kekeringan, krisis air bersih saat ini melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Pangandaran.
Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Cimerak, Cijulang, Parigi, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang dan Mangunjaya.
Sedikitnya 7.973 jiwa atau 2.681 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang tersebar di 22 desa.
Jumlah warga terdampak terbanyak berada di Kecamatan Cimerak dengan 2.561 jiwa, disusul Kalipucang sebanyak 2.231 jiwa dan Parigi mencapai 1.708 jiwa.
Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah menetapkan status Tanggap Darurat Kekeringan selama 90 hari, terhitung mulai 3 Juli hingga 30 September 2026
Penanganan kekeringan juga mendapat dukungan dari Kementerian Sosial. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelumnya menyampaikan, Kemensos tidak hanya mengirimkan armada truk tangki air.
Kemensos juga menyalurkan enam unit tandon dan enam paket penjernih air untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu paket penjernih air ditempatkan di Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak.
"Kemensos sudah menyalurkan berbagai bantuan pemenuhan air bersih. Distribusi terus dilakukan ke wilayah terdampak agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama kekeringan berlangsung," ujar Gus Ipul.
Sementara proses verifikasi data warga terdampak dan pendistribusian bantuan terus dilakukan secara bersama-sama.
Sinergi melibatkan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kemensos, Dinas Sosial PMD Kabupaten Pangandaran, Tagana, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, hingga relawan di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan agar bantuan air bersih dapat tepat sasaran dan kebutuhan dasar warga selama musim kemarau tetap terpenuhi. (AST)



Komentar