Kopi, Teh dan Kakao Jabar Dibidik Pasar Global
- Admin02

- 9 Jun
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Kopi, teh, dan kakao semakin menjadi andalan Jawa Barat dalam menembus pasar ekspor dunia. Tiga komoditas perkebunan itu kini didorong menjadi wajah baru perdagangan internasional Jabar melalui gelaran West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026.
Pameran internasional yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat itu akan berlangsung pada 12-14 Juni 2026 di Summarecon Mall Bandung dengan mengusung tema “The Golden Belt of Java: Coffee, Tea and Cocoa for the Future”.
Tema tersebut dipilih untuk menegaskan posisi Jawa Barat sebagai salah satu daerah penghasil kopi, teh, dan kakao berkualitas premium di Indonesia yang memiliki daya saing tinggi di pasar global.
Kepala Disperindag Jawa Barat, Nining Yuliastiani mengatakan, WIITEX menjadi langkah strategis untuk memperkuat promosi sekaligus memperluas pasar ekspor produk unggulan perkebunan Jabar.
“Kopi, teh, dan kakao Jawa Barat punya kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional. Karena itu kami ingin membuka akses pasar yang lebih luas agar produk-produk ini semakin dikenal dunia,” ungkap Nining di Gedung Sate, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, permintaan pasar internasional terhadap komoditas perkebunan terus meningkat, terutama untuk produk dengan kualitas premium dan cita rasa khas seperti yang dimiliki Jawa Barat.
Dalam ajang tersebut, sebanyak 42 pembeli dari 11 negara dijadwalkan hadir, mulai dari Malaysia, Thailand, Filipina, Pakistan, Amerika Serikat, Mesir hingga Arab Saudi. Selain itu, calon buyer dari Jerman juga akan mengikuti kegiatan secara daring.
Para pelaku usaha kopi, teh, dan kakao akan dipertemukan langsung dengan buyer internasional melalui agenda business matching. Disperindag Jabar berharap pertemuan itu mampu menghasilkan kontrak dagang baru sekaligus memperluas negara tujuan ekspor.
Sebanyak 72 komunitas pelaku usaha yang telah lolos kurasi juga akan menampilkan produk unggulan mereka dalam 19 booth pameran. Tidak hanya pameran produk, WIITEX turut menghadirkan pelatihan ekspor, workshop pengembangan produk, hingga diskusi perdagangan global.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah pelepasan ekspor dua kontainer kopi asal Jawa Barat menuju Mesir. Langkah itu menjadi simbol semakin kuatnya penetrasi kopi Jabar di pasar Timur Tengah.
Selain kopi, teh Jawa Barat juga dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar internasional. Produk teh asal Jabar dikenal memiliki kualitas dan karakter rasa yang khas sehingga diminati sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Berdasarkan data Disperindag Jabar, ekspor kakao Jawa Barat pada 2025 mencapai 72 juta ton dengan nilai USD 680 juta. Sementara ekspor kopi mencapai 5,3 juta ton senilai USD 33,8 juta, dan teh sekitar 21 juta ton dengan nilai USD 33 juta.
Analis Perdagangan Ahli Madya Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Irman Adi Purwanto Moefthi menilai WIITEX menjadi peluang besar untuk memperkuat posisi komoditas perkebunan Indonesia di pasar dunia.
“Pasar internasional saat ini tidak hanya mencari kopi, tetapi juga teh dan kakao berkualitas. Jawa Barat memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.
Melalui WIITEX 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap kopi, teh, dan kakao tidak hanya menjadi komoditas ekspor, tetapi juga simbol kekuatan industri perkebunan daerah yang mampu bersaing di tingkat global. (IGN)



Komentar