KDM Perpanjang Pemetaan SPMB Jabar, Orang Tua Diminta Tak Panik
- Admin02

- 10 Jun
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Ratusan orang tua murid mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat di Kota Bandung untuk memprotes dan mencari kejelasan terkait hasil SPMB Maung serta tahapan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang dinilai membingungkan. Banyak orang tua kebingungan karena pengumuman hasil SPMB Maung dan batas pengisian PCMB non-Maung berlangsung di hari yang sama, sehingga memunculkan kekhawatiran kehilangan kesempatan mendaftar ke sekolah negeri.
Situasi tersebut membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan memperpanjang masa pengisian data PCMB hingga Kamis, 11 Juni 2026 pukul 23.59 WIB. Kebijakan itu diambil agar seluruh calon murid lulusan SMP, MTs, dan Paket B masih memiliki waktu mengikuti tahapan pemetaan sebelum pelaksanaan resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dimulai pada 15 Juni mendatang.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung meninjau proses pelayanan di Kantor Disdik Jabar sekaligus berdialog dengan para orang tua murid yang datang menyampaikan keluhan.
Menurut Dedi, tahapan pemetaan sengaja dilakukan lebih awal untuk memetakan distribusi siswa di seluruh SMA dan SMK negeri di Jawa Barat serta mendeteksi persoalan sebelum proses pendaftaran resmi dibuka.
āSebenarnya ini namanya pemetaan. Tujuannya untuk memetakan seluruh siswa di seluruh sekolah negeri di Provinsi Jawa Barat,ā kata Gubernur yang akrab disapa KDM di Bandung, Selasa (9/6/2026).
KDM, menjelaskan bahwa melalui sistem pemetaan, pemerintah dapat mengetahui lebih dini siswa yang sudah memenuhi syarat dan sesuai ketentuan nasional maupun daerah. Dengan cara tersebut, berbagai kendala administrasi maupun teknis dapat diperbaiki sebelum tahapan SPMB resmi dimulai.
āJadi bagi saya, kegiatan pemetaan ini relatif berhasil. Kita bisa memitigasi berbagai problem yang akan terjadi dibanding ketika SPMB ditutup lalu orang tua kesulitan mencari sekolah baru,ā katanya.
Ia menilai keresahan masyarakat muncul karena masih adanya persoalan teknis aplikasi dan perbedaan persepsi terkait mekanisme pemetaan. Sebagian orang tua menganggap PCMB merupakan tahap pendaftaran final, padahal menurut KDM, pemetaan lebih difokuskan untuk membaca potensi penempatan siswa berdasarkan kuota dan ketentuan yang berlaku.
āSebenarnya pemetaan itu bukan pendaftaran. Tapi ketika orang sudah terpetakan dengan baik, kemudian dalam sisi kualifikasi sudah memenuhi syarat, ya sudah jalan,ā ucapnya.
KDM juga memastikan masyarakat tidak perlu panik karena pemerintah masih memiliki waktu untuk melakukan penyempurnaan sistem sebelum tahapan SPMB dibuka pada 15 Juni 2026.
āUntuk semuanya tidak usah panik. Lebih baik kita menghadapi kesulitan sekarang. Kita masih punya waktu yang cukup untuk membenahi dibanding ketika sistem sudah close,ā tegasnya.
Setelah tahapan PCMB selesai pada 11 Juni 2026, hasil penerimaan awal akan diumumkan pada 13 Juni 2026 pukul 14.00 WIB. Murid yang belum diterima tetap memiliki kesempatan mengikuti SPMB tahap 1 pada 15ā19 Juni 2026 dan tahap 2 pada 30 Juni hingga 6 Juli 2026.
Selain itu, Pemprov Jabar juga membuka ruang pengawasan publik terhadap pelaksanaan SPMB. KDM meminta masyarakat melaporkan jika menemukan dugaan praktik kecurangan maupun jual beli kursi sekolah.
Dengan perpanjangan tahapan pemetaan dan evaluasi sistem digital yang terus dilakukan, Pemprov Jawa Barat optimistis pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan memberi akses pendidikan yang lebih merata bagi seluruh calon murid. (GPWK)



Komentar