top of page

Enam Hari Hilang, Mahasiswi Telkom University Belum Ditemukan

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 6 Jul
  • 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Misteri hilangnya Nadira Azahra, mahasiswi Telkom University, hingga kini masih belum terungkap. Memasuki hari keenam sejak dilaporkan menghilang pada 30 Juni 2026, keberadaan Nadira belum diketahui meski berbagai upaya pencarian terus dilakukan oleh keluarga bersama aparat kepolisian.


Perwakilan keluarga, Budhi Purwana, menegaskan bahwa kabar yang sempat beredar di media sosial maupun sejumlah platform digital yang menyebut Nadira telah ditemukan di wilayah Majalaya adalah informasi yang tidak benar.


"Sampai saat ini Nadira belum ditemukan. Informasi yang menyebut Nadira sudah berada di rumah tantenya di Majalaya itu keliru dan tidak benar," ucap Budhi saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (5/7/2026) malam.


Ia menjelaskan, kabar tersebut bermula dari pesan seorang pendengar radio di Bandung yang mengaku tinggal di Majalaya. Dalam pesannya, orang tersebut menyampaikan hasil "terawangan" yang diyakininya menyebut Nadira berada di rumah kerabat dalam keadaan selamat. Namun, informasi itu kemudian disalahartikan seolah-olah Nadira benar-benar telah ditemukan di Majalaya.


"Kami sudah berkomunikasi langsung dengan yang bersangkutan. Maksudnya bukan memberikan informasi fakta, tetapi menyampaikan hasil terawangannya. Sayangnya kemudian dipersepsikan sebagai informasi yang benar dan akhirnya viral," jelasnya.


Budhi mengaku keluarga sempat merasa lega saat pertama kali mendengar kabar tersebut. Namun setelah ditelusuri, informasi itu tidak dapat dipertanggungjawabkan sehingga menambah beban psikologis keluarga yang masih menunggu kepastian keberadaan Nadira.


Ia pun meminta masyarakat dan media membantu menyebarkan informasi yang akurat serta menghentikan penyebaran kabar yang telah terbukti tidak benar.


"Kami mohon kepada teman-teman media untuk membantu meluruskan informasi ini. Sampai detik ini Nadira sama sekali belum ditemukan dan belum ada petunjuk yang mengarah pada keberadaannya," ucapnya.


Di tengah proses pencarian, keluarga juga mengaku harus menghadapi berbagai informasi palsu hingga dugaan penipuan. Budi mengatakan banyak orang menghubungi keluarga dengan mengaku melihat seseorang yang memiliki ciri-ciri seperti Nadira, tetapi kemudian meminta uang dengan alasan biaya operasional pencarian.


Sementara itu, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga dan mulai mengumpulkan berbagai data yang diperlukan untuk mempercepat proses penyelidikan.


"Keluarga berharap polisi dapat memanfaatkan teknologi, termasuk pelacakan nomor telepon dan perangkat milik Nadira, guna membantu mengungkap keberadaannya," ucap Budhi.


Selain itu, Telkom University juga telah melakukan koordinasi dengan keluarga. Sejumlah rekaman CCTV di lingkungan kampus maupun area sekitar tengah dikumpulkan dan dianalisis untuk menelusuri jejak terakhir Nadira sebelum dinyatakan hilang.


"Kami hanya ingin mengetahui di mana Nadira berada dan memastikan kondisinya baik-baik saja. Itu yang menjadi harapan terbesar kami saat ini," pungkasnya. (GPWK)


Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page