BOBOKO, Rumah Bobotoh Senior yang Merawat Persaudaraan dan Budaya Persib
- Admin03

- 29 Jun
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Di tengah perkembangan sepak bola yang semakin modern dan derasnya pengaruh media sosial, Komunitas Bobotoh Kolot (BOBOKO) memilih tetap berpijak pada nilai-nilai yang selama ini menjadi ruh para pendukung Persib Bandung, yakni persaudaraan, silaturahmi, dan kecintaan tanpa syarat kepada Maung Bandung.
Bagi BOBOKO, menjadi bobotoh tidak sebatas hadir di stadion atau memberikan dukungan ketika pertandingan berlangsung. Lebih dari itu, menjadi bobotoh juga berarti menghargai sejarah, merawat cerita perjalanan panjang Persib, serta mewariskan budaya dukungan yang santun kepada generasi berikutnya.
Sekretaris BOBOKO Wilayah Bandung Timur, Witarsa Wattarman, mengatakan, komunitas tersebut resmi dideklarasikan pada 10 Desember 2025. Meski tergolong baru, perkembangannya cukup pesat. Dalam waktu kurang dari enam bulan, jumlah anggotanya hampir mencapai 2.000 orang dan tersebar di berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri.
"Selain dari Jawa Barat, anggota BOBOKO juga ada di Banten, Palu, Lombok, Singapura, hingga Arab Saudi. Jadi, jangkauan kami bukan hanya di sekitar Jawa Barat," kata Witarsa saat diskusi di Sekretariat PD PRSSNI Jabar, Jumat (27/6/2026).
Menurutnya, BOBOKO lahir sebagai wadah silaturahmi bagi pendukung Persib yang mengutamakan kedewasaan. Karena itu, anggota yang tergabung di dalamnya minimal berusia 35 tahun.
BOBOKO juga berupaya menghadirkan suasana dukungan terhadap Persib yang aman, nyaman, dan tertib di stadion.
"Kami ingin membangun komunitas pendukung Persib yang betul-betul dewasa. Dewasa bukan hanya soal usia, tetapi juga dalam bersikap," ujarnya.
Witarsa menegaskan, BOBOKO terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia, baik yang berada di dalam maupun luar negeri, tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan, sepanjang memenuhi syarat usia yang telah ditetapkan.
Komunitas ini juga memegang teguh sejumlah prinsip dasar, yakni no politic, no drug, no racist, dan no anarkis.
"Selain mendukung Persib, BOBOKO juga aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial. Mulai dari santunan anak yatim, pengajian, hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya, terutama ketika kompetisi Liga Indonesia sedang jeda" ucapnya
Dalam diskusi tersebut, para anggota BOBOKO turut berbagi cerita mengenai perjalanan menjadi bobotoh, perubahan budaya dukungan dari masa ke masa, serta harapan agar generasi baru pendukung Persib memahami bahwa kecintaan terhadap klub tidak hanya diukur dari dukungan saat tim meraih kemenangan.
"BOBOKO hadir sebagai pengingat bahwa sejarah Persib tidak hanya ditulis lewat prestasi di lapangan hijau. Di balik setiap pertandingan, ada cerita panjang para bobotoh yang menjaga loyalitas, merawat persaudaraan, dan terus mencintai klub kebanggaan Jawa Barat itu dari generasi ke generasi."pungkasnya (GPWK)



Komentar