top of page

Usai Hujat Pasien BPJS yang Meninggal, Staf RSUD dr. Soekardjo Norma Zahara Minta Maaf

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 6 Agu
  • 2 menit membaca


Tasikmalaya (PRSSNIJabar) - Jagat media sosial dihebohkan oleh aksi seorang staf RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, Norma Zahara. Melalui akun Threads miliknya, @nouzzha_kim, Norma melontarkan komentar yang dinilai menghina seorang pasien pengguna layanan BPJS Kesehatan beserta keluarganya.


Kasus ini bermula dari unggahan seorang pasien di platform Threads yang mengeluhkan harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap di sebuah rumah sakit rujukan nasional. Sekitar sepekan setelah mengunggah keluhan tersebut, pasien dilaporkan meninggal dunia.


Meski peristiwa pelayanan itu tidak terjadi di Tasikmalaya, komentar pedas yang ditulis akun tersebut memicu kemarahan publik karena dinilai minim empati dan tidak pantas disampaikan oleh seseorang yang bekerja di lingkungan fasilitas kesehatan.


Dalam komentarnya, akun tersebut menuliskan kalimat berikut (ditulis apa adanya):


"Yuris org miskin harta miskin akal tp pgn ddi istimewain. 8 jam sangat wajar apalagi kt lo itu RS rujukan nasional. Mungkin sekalas RSHS bdg atau RSCM rs jkt kan? Boleg gue bilang sesuatu? LO GOBLOK BANYAK BACOT"


Menanggapi kecaman publik yang terus meluas, Norma akhirnya mengunggah video klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga almarhum dan masyarakat.


"Saya Norma Zahara, izinkan saya menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan saya yang sebesar-besarnya atas sikap dan tindakan saya di media sosial Threads yang telah menyinggung dan menyakiti almarhum Yurizal beserta keluarga," ujar Norma dalam rekaman video tersebut.


Norma mengakui bahwa perkataan yang diunggahnya tidak senonoh, tidak pantas, serta tidak mencerminkan etika maupun nilai kemanusiaan. Ia berjanji menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran berharga dan berkomitmen memperbaiki sikapnya di masa mendatang.


Tak hanya meminta maaf kepada keluarga almarhum dan masyarakat, Norma juga menegaskan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada instansi tempatnya bekerja. Ia menyatakan bersedia menerima segala bentuk konsekuensi maupun sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku.


"Mengenai pekerjaan saya, saya bertanggung jawab penuh kepada kedinasan dan instansi yang terkait dengan saya. Saya siap menerima konsekuensi apa pun yang menjadi keputusan sesuai aturan," tegasnya.


Hingga kini, video permintaan maaf tersebut terus menuai beragam tanggapan dari warganet. Banyak pihak mendesak manajemen RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya memberikan sanksi tegas sebagai bentuk penegakan profesionalisme dan etika pelayanan kesehatan. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page