Sunda Karsa Fest 2026 Perkuat Ekonomi Syariah Jawa Barat
- Admin02

- 28 Jun
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat–West Java Sharia Economic Festival (WJSEF) 2026 menjadi momentum penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Barat. Melalui rangkaian kegiatan edukasi, literasi, hingga promosi produk halal, Bank Indonesia mendorong ekonomi syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, saat membuka Tabligh Akbar bertema Hidup Tenang melalui Rezeki yang Berkah: Ikhtiar Membangun Keluarga Bahagia sesuai Syariah di Masjid Trans Studio Bandung, Minggu (28/6/2026).
Menurut Junanto, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya bertujuan meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membangun sistem yang lebih adil, inklusif, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
"Sebagai bank sentral, Bank Indonesia berkomitmen terus mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pengembangan ekonomi syariah bukan sekadar meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga menghadirkan sistem yang inklusif, berkeadilan, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, Indonesia memiliki potensi besar dalam industri halal. Kontribusi sektor Halal Value Chain terhadap Produk Domestik Bruto nasional telah mencapai 27,34 persen. Sementara itu, belanja konsumen muslim dunia diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai USD3,56 triliun pada 2029.
Di Jawa Barat, potensi tersebut didukung oleh besarnya populasi muslim, berkembangnya UMKM halal, industri fesyen muslim, kuliner halal, pesantren, hingga sektor pariwisata ramah muslim. Kondisi ini dinilai menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu daerah yang berpeluang menjadi episentrum ekonomi halal nasional.
Meski demikian, Junanto menilai peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah masih menjadi pekerjaan bersama. Tingkat literasi nasional yang baru mencapai 50,18 persen menunjukkan perlunya edukasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
"Karena itu dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga tokoh masyarakat agar literasi ekonomi syariah semakin kuat dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," katanya.
Tabligh Akbar menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Sunda Karsa Fest 2026. Selain menghadirkan kajian keislaman, festival ini juga menyuguhkan berbagai kegiatan seperti Sharia Economic Forum, kompetisi ekonomi syariah, pameran UMKM halal, Halal Beauty Showcase, layanan perbankan syariah, hingga Wakafee sebagai sarana edukasi dan penguatan gerakan wakaf.
Melalui berbagai program tersebut, Bank Indonesia berharap ekonomi syariah semakin dekat dengan kehidupan masyarakat dan menjadi bagian dari gaya hidup halal yang produktif.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran sekitar 3.000 jamaah yang berasal dari berbagai majelis taklim, kelompok pengajian, dan masyarakat umum di wilayah Bandung Raya. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa ekonomi syariah kini tidak lagi dipandang sebatas konsep, melainkan menjadi nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Hilman Fauzi mengajak masyarakat membangun keluarga yang bahagia melalui ikhtiar mencari rezeki yang halal dan penuh keberkahan. Ia mengingatkan pentingnya menghindari praktik riba, pinjaman online, paylater, maupun transaksi syubhat, serta membangun pengelolaan keuangan keluarga berdasarkan prinsip syariah.
Melalui Sunda Karsa Fest 2026, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas literasi ekonomi syariah, memperkuat daya saing UMKM halal, sekaligus membangun ekosistem halal yang semakin kokoh. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sekaligus mendukung visi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. (IGN)



Komentar