Seleksi Pimpinan Baznas Garut Resmi Dibuka, Pendaftaran Berlangsung Hingga Agustus
- Admin02

- 22 Jul
- 2 menit membaca

Garut (PRSSNIJabar) - Panitia Seleksi Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut resmi membuka pendaftaran calon pimpinan Baznas periode 2026–2031 mulai Rabu (22/7). Pembukaan seleksi dilakukan menyusul berakhirnya masa jabatan pimpinan Baznas Kabupaten Garut periode 2021–2026.
Ketua Panitia Seleksi Pimpinan Baznas Kabupaten Garut, Bambang Hafidz, mengatakan proses seleksi terbuka bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, panitia ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses penjaringan calon pimpinan Baznas.
"Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat umum untuk ikut dalam seleksi ini, sejauh memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Agama sebagai persyaratan dasar," kata Bambang saat peluncuran pendaftaran di Gedung MUI Garut, Jalan Pramuka, Kecamatan Garut Kota, Rabu (22/7).
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah perubahan persyaratan dibandingkan periode sebelumnya. Salah satu yang paling menonjol adalah syarat pendidikan minimal yang kini cukup lulusan SMA/MA/SMK atau sederajat. Sebelumnya, calon peserta diwajibkan memiliki ijazah minimal sarjana (S1).
"Berbeda dengan persyaratan peserta periode lalu, untuk persyaratan ijazah dulu minimal harus lulus S1. Sekarang jenjang pendidikan minimal SLTA. Dengan demikian kesempatan bisa menjangkau para peminat yang ingin mengabdikan diri di Baznas lebih luas daripada periode lalu," ujarnya.
Selain persyaratan pendidikan, Bambang menegaskan seluruh tahapan seleksi mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Panitia, kata dia, hanya berpedoman pada aturan yang berlaku tanpa menambah ataupun mengurangi persyaratan yang telah ditetapkan.
Seleksi calon pimpinan Baznas Kabupaten Garut akan melalui beberapa tahapan, yakni seleksi administrasi, ujian tertulis, penyusunan makalah, dan wawancara. Dari seluruh peserta yang mengikuti proses tersebut, panitia akan menetapkan 10 peserta terbaik untuk diajukan kepada Baznas RI.
"Kami tidak membatasi jumlah pendaftar. Yang penting memenuhi persyaratan administrasi, lolos ujian tertulis, pembuatan makalah, dan wawancara. Hasilnya, panitia akan mengambil 10 besar untuk diajukan ke pusat. Yang menentukan lima orang sebagai Pimpinan Baznas Kabupaten Garut periode 2026–2031 adalah Baznas Pusat," jelas Bambang.
Panitia seleksi terdiri atas unsur Pemerintah Kabupaten Garut, Kementerian Agama, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut. Mereka adalah Asisten Daerah I Setda Garut Bambang Hafidz, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut Saepulloh, dan Ketua MUI Kabupaten Garut KH Amin Muhidin.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Garut KH Amin Muhidin menilai kinerja Baznas selama ini sudah berjalan baik. Meski demikian, ia berharap kepengurusan periode mendatang mampu meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah, khususnya dari sektor non-ASN.
Menurutnya, potensi zakat dari kalangan pengusaha dan masyarakat mampu di Kabupaten Garut masih sangat besar dan perlu terus digali agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Saya berharap potensi pendapatan Baznas di luar ASN dan pemerintahan ke depan bisa terus digali dan dioptimalkan serta dikelola dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan umat," pungkasnya. (SLT)



Komentar