top of page

Puluhan Monyet Serbu Lahan Pertanian, Petani Ciamis Merugi Jelang Panen

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 7 Jul
  • 2 menit membaca


Ciamis (PRSSNIJabar) - Petani di Desa Imbanagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kembali dibuat resah oleh serangan kawanan monyet liar. Satwa tersebut masuk ke area pertanian dan merusak berbagai tanaman, mulai dari jagung, kacang tanah, singkong, hingga ubi. Akibatnya, petani mengalami kerugian karena sebagian tanaman yang hampir memasuki masa panen rusak dan habis dimakan.


Salah seorang petani jagung, Agus, mengatakan kawanan monyet datang secara tiba-tiba dan langsung menyerbu lahan pertanian. Menurutnya, satwa liar itu diduga turun dari habitatnya karena kesulitan mendapatkan sumber makanan.


"Tiba-tiba saja datang monyet. Mungkin di habitatnya sudah tidak ada makanan, jadi turun ke sini. Di sini banyak tanaman jagung, kacang tanah, ubi, jadi mereka langsung menyerang," ujar Agus saat ditemui di lahan pertaniannya.


Agus memperkirakan jumlah monyet yang datang mencapai sekitar 60 ekor. Serangan biasanya terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 09.00 WIB, dan bukan hanya sekali terjadi.

"Sudah enam kali kejadian. Hampir setiap musim tanam pasti diserang. Kalau dibiarkan terus, kami yang rugi," katanya.


Akibat serangan tersebut, tanaman yang seharusnya sudah siap dipanen mengalami kerusakan cukup parah. Tidak sedikit hasil panen yang habis dimakan kawanan monyet sehingga pendapatan petani pun terancam berkurang.


Kondisi ini membuat para petani semakin khawatir karena serangan serupa terus berulang. Mereka berharap ada langkah konkret dari pemerintah maupun instansi terkait untuk mengatasi persoalan tersebut agar tidak terus merugikan masyarakat.


"Kami berharap pihak terkait bisa menangani gerombolan monyet ini. Kalau tidak, mereka pasti akan terus datang karena di sini banyak sumber makanan," tutur Agus.


Fenomena masuknya satwa liar ke kawasan pertanian menjadi gambaran adanya konflik antara manusia dan satwa yang perlu ditangani secara menyeluruh. Salah satu faktor yang kerap dikaitkan dengan kondisi tersebut adalah berkurangnya ketersediaan pakan di habitat alami, sehingga satwa mencari sumber makanan di lahan pertanian milik warga.


Karena itu, pemerintah daerah diharapkan segera melakukan kajian dan mengambil langkah penanganan yang tepat melalui instansi terkait, baik untuk melindungi mata pencaharian petani maupun menjaga kelestarian satwa liar beserta habitatnya. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page