Peringati HAN 2026, KAI Daop 2 Bandung Kampanyekan Stop Pelecehan Seksual di Transportasi Publik
- Admin03

- 24 Jul
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Kampanye menciptakan ruang publik yang aman tidak cukup hanya mengandalkan petugas keamanan dan kamera pengawas. Dibutuhkan kepedulian seluruh pengguna transportasi agar kekerasan dan pelecehan seksual tidak mendapat ruang.
Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung bersama sejumlah komunitas railfans menggelar kampanye Stop Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Ruang Publik sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh pelanggan, terutama perempuan dan anak.
Salah satu kegiatan utama digelar melalui talkshow bertema "Jadikan Kereta Api Tempat Aman untuk Semua" di Stasiun Bandung, Kamis (23/7). Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi KAI Daop 2 Bandung dengan Indonesian Railway Preservation Society (IRPS).
Talkshow menghadirkan Executive Vice President (EVP) Daop 2 Bandung Hendra Wahyono, Dosen FISIP Universitas Padjadjaran Dr. Antik Bintari, S.IP., M.T., perwakilan IRPS Tantra Madhyastha Pradhana, serta anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Bandung Cecep Suhendra, S.H.
Pada waktu yang sama, sosialisasi serupa juga dilaksanakan di Stasiun Cianjur oleh Komunitas Railfans Cianjur bersama Youth Advisory Group. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak lebih berani mengenali, mencegah, sekaligus melaporkan setiap bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan transportasi publik.
EVP Daop 2 Bandung Hendra Wahyono menegaskan, keselamatan pelanggan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran operasional perjalanan kereta api, tetapi juga mencakup perlindungan dari berbagai tindakan yang dapat mengganggu rasa aman selama berada di stasiun maupun di dalam kereta.
"Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ruang publik, termasuk transportasi kereta api, harus menjadi tempat yang aman bagi perempuan dan anak. KAI Daop 2 Bandung berkomitmen memberikan perlindungan kepada seluruh pelanggan melalui berbagai upaya preventif, edukatif, dan kolaboratif bersama berbagai pemangku kepentingan," ujar Hendra.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila melihat ataupun mengalami tindakan kekerasan maupun pelecehan seksual di lingkungan perkeretaapian.
Menurut Hendra, kampanye ini juga bertujuan membangun budaya saling peduli di ruang publik. Pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual, katanya, merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
"Kami mengapresiasi dukungan komunitas railfans, akademisi, aparat penegak hukum, serta organisasi kepemudaan yang bersama-sama mengedukasi masyarakat. Sinergi ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan perjalanan kereta api yang semakin aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual," katanya.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber memberikan edukasi mengenai berbagai bentuk pelecehan seksual yang kerap terjadi di ruang publik, cara pencegahan, pentingnya memberikan dukungan kepada korban, hingga mekanisme pelaporan apabila terjadi tindak kekerasan maupun pelecehan seksual.
Sebagai upaya memperkuat perlindungan pelanggan, KAI Daop 2 Bandung juga terus meningkatkan sistem keamanan melalui kehadiran petugas keamanan, pemasangan CCTV di berbagai titik strategis stasiun dan kereta api, serta memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian.
Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, KAI Daop 2 Bandung berharap kesadaran masyarakat untuk saling menjaga dan menghormati hak setiap orang memperoleh rasa aman di ruang publik semakin meningkat, sehingga transportasi kereta api benar-benar menjadi ruang yang nyaman, aman, dan bebas dari kekerasan maupun pelecehan seksual. (AMJ)



Komentar