top of page

Penumpang Membludak Saat Libur Sekolah, Lima KA dari Daop 2 Bandung Jadi Favorit

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 6 Jul
  • 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Masa libur sekolah menjadi momentum meningkatnya mobilitas masyarakat. Dampaknya, sejumlah kereta api keberangkatan awal dari wilayah PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung dipadati penumpang, bahkan beberapa di antaranya mencatat tingkat okupansi di atas 100 persen.


Data operasional KAI Daop 2 Bandung menunjukkan, lima kereta api dengan jumlah pelanggan terbanyak selama periode libur sekolah yakni KA Sangkuriang, KA Kahuripan, KA Malabar, KA Papandayan, dan KA Mutiara Selatan.


KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang pulang pergi menjadi kereta dengan tingkat okupansi tertinggi. Dari kapasitas 7.040 tempat duduk selama periode tersebut, kereta ini melayani 19.997 pelanggan atau mencatat okupansi mencapai 284 persen.


Posisi berikutnya ditempati KA Malabar relasi Bandung - Malang pulang pergi. Kereta ini mengangkut 18.768 pelanggan dari kapasitas 8.320 tempat duduk, sehingga tingkat okupansinya mencapai 225,6 persen.

Sementara itu, KA Kahuripan relasi Kiaracondong - Blitar pulang pergi melayani 23.707 pelanggan dari kapasitas 11.872 tempat duduk atau mencatat okupansi sebesar 199,7 persen.


KA Papandayan relasi Garut - Gambir pulang pergi juga menjadi salah satu favorit masyarakat. Selama masa libur sekolah, kereta tersebut mengangkut 14.013 pelanggan dari kapasitas 7.520 tempat duduk dengan okupansi mencapai 186,3 persen.


Adapun KA Mutiara Selatan relasi Bandung - Surabaya Gubeng pulang pergi melayani 13.934 pelanggan dari kapasitas 8.320 tempat duduk atau tingkat okupansi sebesar 167,5 persen.


Selain kereta api favorit, sejumlah relasi perjalanan juga menjadi tujuan utama pelanggan. Lima rute dengan permintaan tertinggi yakni Bandung - Gambir, Bandung - Yogyakarta, Kiaracondong–Kutoarjo, Kiaracondong - Lempuyangan, serta Bandung–Surabaya Gubeng.


Manager Humas Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan tingginya okupansi tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api terus meningkat.


"Selama masa libur sekolah, kereta api tetap menjadi moda transportasi pilihan masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan bebas dari kemacetan. Tingginya tingkat okupansi pada sejumlah kereta api juga menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat untuk berwisata maupun bersilaturahmi bersama keluarga," ujarnya.


Kuswardojo menjelaskan, tingkat okupansi yang melebihi 100 persen bukan berarti terjadi kelebihan kapasitas tempat duduk. Angka tersebut merupakan akumulasi pelanggan yang naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang perjalanan, sehingga satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada segmen perjalanan yang berbeda.


"KAI menerapkan sistem penjualan tiket sesuai kapasitas tempat duduk yang tersedia pada setiap segmen perjalanan. Dengan demikian, seluruh pelanggan tetap memperoleh tempat duduk sesuai tiket yang dimiliki, meskipun secara akumulatif tingkat okupansi dapat melebihi 100 persen," jelasnya.


KAI Daop 2 Bandung menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan kereta api sebagai moda transportasi selama masa libur sekolah.


"KAI berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan agar kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat." Pungkasnya. (AMJ)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page