top of page

Pemkot Bandung Tegaskan Komitmen Wujudkan Kota Ramah Lansia

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 20 Jun
  • 3 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan yang ramah bagi para lanjut usia (lansia).


Komitmen itu diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh aspek kesehatan, perlindungan sosial, penyediaan ruang publik yang inklusif hingga pemberdayaan agar para lansia tetap aktif dan produktif di tengah masyarakat.


Komitmen tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung, Asep Cucu Cahyadi, saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang berlangsung di Markas Kodam III/Siliwangi, Sabtu (20/6/2026).


Sebanyak 800 lansia aktif dan produktif dari 30 kecamatan serta 151 kelurahan di Kota Bandung turut memeriahkan kegiatan tersebut.


Dalam kesempatan itu, Asep mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memandang lansia bukan sebagai kelompok yang harus dikasihani, melainkan sebagai sumber pengalaman dan kebijaksanaan yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial.


"Ketika melihat para lanjut usia, sebenarnya kita sedang menyaksikan sebuah perpustakaan kehidupan yang masih terbuka. Di dalamnya tersimpan cerita perjuangan membangun keluarga, membesarkan generasi, menjaga persatuan, serta menyaksikan berbagai perubahan zaman," ujarnya


Menurut Asep, para lansia merupakan generasi yang telah menanamkan nilai gotong royong, toleransi, kesantunan dan cinta tanah air yang hingga kini menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.


Karena itu, peringatan Hari Lanjut Usia Nasional tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bersama bahwa para lansia berhak mendapatkan ruang yang layak dalam kehidupan sosial maupun pembangunan daerah.


"Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari tingginya gedung, pesatnya teknologi atau besarnya investasi. Kota yang besar adalah kota yang tidak melupakan para sesepuhnya. Kota yang maju adalah kota yang menjadikan para lanjut usia sebagai bagian dari pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat pembangunan," katanya.


Asep menambahkan, meningkatnya angka harapan hidup masyarakat merupakan kabar baik yang harus dibarengi dengan kebijakan yang mampu meningkatkan kualitas hidup para lansia.


Pemkot Bandung, kata dia, ingin memastikan para lanjut usia dapat menjalani masa tua dengan sehat, bahagia, mandiri, aktif, produktif dan tetap bermartabat.


Ia juga mengingatkan pentingnya membangun jembatan antargenerasi agar energi dan kreativitas kaum muda dapat berpadu dengan pengalaman serta kebijaksanaan yang dimiliki para lansia.


"Jangan sampai kita menjadi generasi yang cepat mencari informasi dari gawai, tetapi lambat belajar dari pengalaman orang tua kita sendiri," tuturnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, mengungkapkan jumlah lansia di Kota Bandung terus mengalami peningkatan sekitar lima persen setiap tahun.


Saat ini, dari sekitar 2,6 juta penduduk Kota Bandung, satu dari delapan warga tercatat merupakan lansia.


Menurut Yorisa, kondisi tersebut menjadikan isu kesejahteraan lansia sebagai salah satu prioritas pembangunan yang memerlukan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak.


"Tujuan kegiatan ini adalah memberikan penghargaan atas kontribusi lansia dalam membangun bangsa, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran lansia serta menggalang kepedulian berbagai pihak untuk mendukung kesejahteraan mereka," ujarnya.


Yorisa memaparkan, saat ini terdapat sekitar 91 ribu lansia yang masuk kategori kesejahteraan rendah. Dari jumlah tersebut, sekitar 25 ribu orang telah menerima bantuan sosial, sementara 66 ribu lainnya masih membutuhkan perhatian dan dukungan.


Selain itu, terdapat sekitar 4.600 lansia yang hidup sendiri, 3.800 lansia terlantar, serta 301 lansia yang hidup sendiri sekaligus berada dalam kondisi terlantar.


Meski demikian, Pemkot Bandung terus memperkuat berbagai layanan bagi lansia melalui bantuan alat kesehatan dan alat bantu gerak, penanganan lansia terlantar, reunifikasi keluarga, penyediaan rumah singgah, perlindungan jaminan sosial hingga berbagai program pemberdayaan yang melibatkan organisasi perangkat daerah.


Melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media dan masyarakat, Kota Bandung berharap dapat menghadirkan lingkungan yang semakin nyaman dan ramah bagi para lansia.


"Harapan kita, Bandung menjadi kota ramah lansia, tempat para sesepuh dapat hidup bahagia, mandiri, aktif dan produktif. Lansia bagja, Bandung raharja," pungkasnya. (AMJ)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page