top of page

Len Industri Perkuat Integrasi Teknologi Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Gambar penulis: Admin02
Admin02
8 Agu
2 menit membaca


Bandung (PRSSNIJabar) - Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar teknologi baterai dan motor listrik. Kesiapan ekosistem, mulai dari sistem manajemen daya, infrastruktur pengisian hingga layanan purnajual, menjadi faktor penting agar kendaraan listrik dapat digunakan masyarakat secara aman, nyaman, dan berkelanjutan.


Melihat kebutuhan tersebut, PT Len Industri (Persero) terus memperkuat kemampuan rekayasa sistem untuk mendukung terbentuknya ekosistem kendaraan listrik nasional yang terintegrasi.


Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D. mengatakan, kendaraan listrik harus dikembangkan sebagai sebuah sistem yang saling terhubung, bukan hanya sebagai kumpulan komponen.


ā€œBaterai tidak dapat diperlakukan sebagai komponen yang berdiri sendiri. Keandalan kendaraan listrik juga ditentukan oleh bagaimana baterai, sistem kendali daya, kendaraan, infrastruktur, layanan purnajual, dan data operasional bekerja secara selaras,ā€ ujar Joga di Bandung, Jumat (8/8/2026).


Menurut dia, terdapat empat fondasi yang perlu diperkuat secara bersamaan, yakni standardisasi, interoperabilitas, keselamatan, dan keandalan. Keempat aspek tersebut menjadi dasar agar teknologi kendaraan listrik dapat diterima dan digunakan secara luas.


Standardisasi dibutuhkan agar komponen dari berbagai produsen dapat terhubung dan bekerja sesuai standar yang sama. Sementara interoperabilitas memastikan kendaraan, baterai, serta fasilitas pengisian daya dapat saling berkomunikasi dan digunakan secara kompatibel.


Di sisi lain, keselamatan dan keandalan menjadi faktor yang tidak kalah penting karena berkaitan langsung dengan kepercayaan masyarakat sebagai pengguna.


ā€œTeknologi akan memperoleh kepercayaan masyarakat apabila dapat digunakan secara aman, mudah, dan konsisten. Karena itu, rekayasa teknologi dan kesiapan layanan harus berkembang bersama,ā€ kata Joga.


Len juga melihat pengalaman pengguna sebagai salah satu penentu keberhasilan pengembangan kendaraan listrik. Masyarakat tidak hanya membutuhkan kendaraan dengan teknologi yang baik, tetapi juga kepastian dalam pengisian daya, ketersediaan suku cadang, garansi, hingga layanan bengkel.


Keterbatasan infrastruktur pengisian atau belum siapnya layanan purnajual dapat menjadi hambatan bagi pertumbuhan kendaraan listrik, meskipun teknologi kendaraannya telah berkembang.


Karena itu, Len menempatkan proses pengujian, validasi, dan pembuktian sebagai bagian penting dalam pengembangan teknologi. Setiap spesifikasi, kinerja, serta aspek keselamatan perlu diverifikasi sesuai standar nasional maupun internasional.


Pendekatan rekayasa sistem yang dikembangkan Len mencakup integrasi baterai, manajemen daya, kendaraan, infrastruktur pendukung, layanan, serta pengelolaan data. Pendekatan tersebut diharapkan membuat setiap subsistem dapat bekerja secara konsisten dan saling mendukung.


ā€œKeandalan kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh kualitas satu komponen, tetapi oleh kemampuan seluruh subsistem bekerja secara konsisten dan terintegrasi,ā€ jelas Joga.


Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Len mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, lembaga standardisasi, perguruan tinggi, dan lembaga riset sesuai dengan kewenangan masing-masing.


Upaya itu sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Len dalam mendukung percepatan transisi kendaraan listrik dan meningkatkan kapasitas teknologi nasional.


Ke depan, Len akan memperluas kerja sama riset dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk mendukung proses sertifikasi, pengujian, serta hilirisasi teknologi kendaraan listrik dalam negeri.


Dengan ekosistem yang semakin terintegrasi, Len optimistis kendaraan listrik nasional dapat menjadi lebih aman digunakan, mudah dirawat, sekaligus semakin kompetitif dan terjangkau bagi masyarakat. (IGN)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page