KPID Jabar Ajak Anak Bijak Bermedia, Harsiarda 2026 Dimulai dari Sekolah
- Admin03

- 24 Jul
- 2 menit membaca

BANDUNG BARAT – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat resmi memulai rangkaian Hari Penyiaran Daerah (Harsiarda) 2026 dengan menggelar kegiatan literasi media yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Kick-off Harsiarda tersebut diisi dengan storytelling, edukasi penggunaan media secara bijak, serta peluncuran ikon Siaran Ramah Anak di SD Interaktif Gemilang Mutaffanin, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya KPID Jabar untuk mengingatkan pentingnya perlindungan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Selain menghadirkan pendongeng dan narasumber, acara juga melibatkan berbagai mitra, di antaranya RRI Bandung, Lemhannas, PRSSNI, Universitas Pasundan, dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom).
Wakil Ketua KPID Jawa Barat, Almadina Rakhmaniar, mengatakan momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa perlindungan anak kini tidak hanya berkaitan dengan lingkungan fisik, tetapi juga ruang digital yang setiap hari diakses oleh anak-anak.
"Hari ini kami melaksanakan kick-off Harsiarda sekaligus agenda storytelling dan launching ikon Siaran Ramah Anak milik KPID Jawa Barat. Ini menjadi bagian dari upaya mengajak anak-anak lebih bijak dalam mengakses media," ujarnya.
Menurut Almadina, penggunaan gadget perlu mendapat perhatian serius karena media sosial dan internet kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak. Tanpa pendampingan orang tua, berbagai konten yang tidak sesuai usia berpotensi memberikan dampak negatif.
"Perlindungan anak saat ini juga harus mencakup media berbasis internet. Anak-anak perlu mendapatkan tayangan yang sesuai dengan kebutuhan dan usianya. Karena itu, pendampingan orang tua menjadi sangat penting," katanya.
Ia menjelaskan, televisi dan radio masih memiliki regulasi yang mengatur klasifikasi isi siaran sehingga lebih mudah dipertanggungjawabkan. Berbeda dengan media internet yang hingga kini masih menghadapi tantangan dalam pengawasan kontennya.
Berdasarkan hasil penelitian KPID Jawa Barat, sebanyak 87 persen Generasi Z masih menonton televisi dan 56 persen mendengarkan radio. Di sisi lain, hampir seluruh Gen Z atau sekitar 99,8 persen telah mengakses internet.
Sementara itu, Kepala SD Interaktif Gemilang Mutaffanin, Jajang Abdul Wahid, mengapresiasi kolaborasi KPID Jabar dalam memberikan edukasi kepada para siswa mengenai penggunaan gadget secara bijak.
"Materi yang disampaikan sangat bermanfaat. Anak-anak diajak memahami bagaimana membatasi penggunaan gadget dan memanfaatkannya untuk kegiatan belajar, bukan hanya hiburan," ujar Jajang.
Ia menilai kebiasaan menggunakan gadget meningkat sejak masa pembelajaran saat pandemi dan masih terus berlanjut hingga sekarang. Karena itu, sekolah bersama orang tua perlu terus bersinergi agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara positif.
"Kami berharap anak-anak bisa lebih bijak menggunakan gadget sehingga teknologi benar-benar menjadi sarana belajar dan mengembangkan kreativitas mereka," pungkasnya. (GPWK)



Komentar