top of page

Kemarau Datang, Warga Sukamulya Banjar Kembali Berjuang Dapatkan Air Bersih

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 29 Jul
  • 2 menit membaca

Banjar (PRSSNIJabar) Musim kemarau kembali membawa persoalan klasik bagi warga Dusun Sukamulya, Desa Sukamukti, Kota Banjar. Sudah hampir dua bulan terakhir, sekitar seribu warga di dusun tersebut harus berjibaku memenuhi kebutuhan air bersih akibat sumur-sumur warga mengering.


Terbatasnya pasokan dari jaringan sumur bor yang ada membuat distribusi air tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. Kondisi ini pun memaksa masyarakat berbagi pasokan air secara bergiliran.


Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukamukti, Egi, mengatakan krisis air bersih di wilayahnya bukan persoalan baru. Hampir setiap musim kemarau, warga selalu menghadapi situasi serupa.


"Memang setiap musim kemarau wilayah kami selalu mengalami kekeringan. Memang sudah ada bantuan sumur bor dari Pemerintah Provinsi yang disalurkan melalui jaringan perpipaan, tetapi kapasitasnya sekarang sudah tidak mencukupi," ujar Egi, Rabu (29/7/2026).


Menurutnya, sumur bor tersebut awalnya hanya melayani sekitar 60 kepala keluarga. Namun kini jumlah penerima manfaat bertambah menjadi sekitar 100 kepala keluarga sehingga debit air yang tersedia tidak lagi mencukupi kebutuhan.


"Akibatnya penyaluran air harus dilakukan secara bergiliran. Warga tentu berharap ada penambahan sumur bor atau pembangunan sumber air baru, terutama di wilayah RT yang paling terdampak," katanya.


Di tengah keterbatasan itu, Egi mengapresiasi bantuan distribusi air bersih yang diberikan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Bantuan tersebut dinilai sangat membantu warga yang kesulitan memperoleh air bersih.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada BBWS dan PMI yang sudah menyalurkan bantuan air bersih. Harapannya, bantuan seperti ini tetap berlanjut selama masyarakat masih membutuhkan," ucapnya.


Sementara itu, salah seorang warga penerima bantuan, Sarna, mengaku distribusi air bersih sangat berarti bagi keluarganya. Pasalnya, keluarganya tidak memiliki sumur sendiri, sementara sebagian besar sumur milik warga di kawasan atas sudah mengering.


"Saya sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih ini. Satu kali pengiriman air biasanya bisa kami gunakan sekitar tiga hari untuk kebutuhan sehari-hari," tuturnya.


Warga berharap pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera menghadirkan solusi jangka panjang agar persoalan krisis air bersih di Dusun Sukamulya tidak terus berulang setiap musim kemarau tiba. (LER)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page