KDM Ingatkan Satpol PP Jadi Garda Penegak Aturan dan Penjaga Aset Negara
- Admin03

- 24 Jun
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Di hadapan ratusan personel Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas di Alun-alun Garut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pesan tegas. Menurutnya, keberanian menjadi modal utama aparat penegak perda dalam menjalankan tugas di lapangan.
Pesan itu disampaikan saat Apel Gabungan Peringatan HUT Damkar ke-107, Satpol PP ke-76, dan Satlinmas ke-64 Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pemusnahan barang kena cukai ilegal di Alun-alun Garut, Rabu (24/6/2026).
Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menegaskan, keberanian anggota Satpol PP sangat bergantung pada sikap pemimpinnya. Jika kepala daerah hadir di garis depan dan berani mengambil tanggung jawab, maka aparat penegak perda akan memiliki keberanian yang sama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
"Nyali Satpol PP itu tergantung nyali kepala daerah. Kalau kepala daerahnya berani, bertanggung jawab, dan selalu berada di barisan paling depan, maka Satpol PP akan berani menyelesaikan berbagai problem serta melahirkan tata kelola lingkungan yang bersih, indah, dan estetik," ujar KDM.
Tak hanya bicara soal keberanian, KDM juga menyoroti pentingnya profesionalisme. Menurutnya, rekrutmen Satpol PP harus dilakukan secara terbuka dan ketat, bukan melalui sistem titipan.
Ia menginginkan setiap anggota Satpol PP mendapatkan pelatihan khusus selama tiga hingga empat bulan setelah diterima. Tujuannya bukan hanya memahami tugas pokok dan fungsi, tetapi juga membentuk karakter serta penampilan yang mencerminkan kewibawaan aparat penegak aturan.
"Postur tubuh pantas, baju rapi, sepatu rapi. Untuk apa tujuan dari itu? Dua hal, satu penegakan hukum, dua pengamanan dan pengembalian aset," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, KDM juga memberikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran, BPBD, dan Satlinmas yang selama ini menjadi garda terdepan saat terjadi bencana maupun kondisi darurat.
Menurutnya, keberadaan Satlinmas sering kali dipandang sebelah mata. Padahal, mereka merupakan orang-orang pertama yang turun tangan ketika persoalan muncul di tingkat desa.
"Jangan dianggap hanya mengatur lalu lintas, membantu hajatan atau mengangkat kursi. Mereka sering menjadi yang paling pertama menghadapi persoalan di masyarakat, bahkan dengan honor yang sangat kecil," katanya.
Momen paling mengharukan terjadi ketika KDM memanggil seorang anggota Linmas bernama Iwan ke hadapan peserta apel. Pria berusia 91 tahun itu diketahui telah mengabdikan diri sebagai anggota Linmas sejak era 1970-an.
Meski usianya hampir satu abad, semangat pengabdiannya belum luntur. Di hadapan gubernur dan peserta apel, Iwan masih mampu menjalankan perintah baris-berbaris dengan sigap dan penuh semangat.
Penampilan itu sontak mengundang tepuk tangan dari peserta apel. KDM pun memberikan penghargaan khusus sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi panjang yang telah ditunjukkan Iwan kepada masyarakat.
"Umurnya sudah 91 tahun, tetapi tetap setia mengabdi sebagai Linmas dan badannya masih tegap. Saya berikan hadiah berupa bantuan uang Rp50 juta," ujar KDMĀ
Penghargaan tersebut menjadi simbol bahwa pengabdian, loyalitas, dan semangat melayani masyarakat tidak mengenal batas usia. (AMJ)



Komentar