Jelang Bulan Kemerdekaan, Pedagang Bendera di Ciamis Mengeluh Sepi Pembeli
- Admin03

- 28 Jul
- 2 menit membaca

Ciamis (PRSSNIJabar) - Penyambutan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Kabupaten Ciamis.
Di sejumlah ruas jalan utama, pedagang musiman bendera merah putih dan aneka atribut kemerdekaan kembali bermunculan, menawarkan semangat nasionalisme sekaligus menggantungkan harapan pada meningkatnya penjualan.
Lapak-lapak sederhana tampak berjajar di pinggir jalan. Beragam ukuran bendera, umbul-umbul, hingga backdrop bernuansa merah putih dipajang untuk menarik perhatian pengguna jalan. Namun, hingga penghujung Juli ini, geliat pembeli masih belum seramai yang diharapkan.
Salah seorang pedagang musiman, Kisan (23), warga Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, memilih membuka lapak di Jalan Mr. Iwa Kusumasumantri, tepat di depan Kantor Perumdam Tirta Galuh Ciamis. Sudah sepekan ia menggelar dagangannya di lokasi tersebut.
"Sudah sekitar satu minggu berjualan di sini. Selama itu baru sekitar 25 orang yang membeli," ujar Kisan saat ditemui, Selasa (28/7/2026).
Menurut Kisan, penjualan tahun ini masih berjalan lambat. Meski demikian, ia tetap optimistis kondisi akan berubah menjelang peringatan 17 Agustus, saat masyarakat mulai ramai memasang bendera di rumah maupun lingkungan masing-masing.
"Hari-hari sekarang pembelinya belum bisa diprediksi. Kondisi penjualan masih kurang, tapi alhamdulillah tetap ada yang membeli," katanya.
Di lapaknya, Kisan menjual berbagai perlengkapan perayaan kemerdekaan dengan harga mulai Rp35 ribu hingga Rp450 ribu, tergantung ukuran dan jenis produk. Sementara untuk desain backdrop, menurutnya belum ada perubahan berarti dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Untuk motif backdrop tidak ada perubahan, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan Umar (50), pedagang asal Garut lainnya yang baru tiga hari menggelar dagangan di Ciamis. Ia mengaku suasana pasar masih lesu.
"Alhamdulillah, tapi memang sekarang lagi sepi. Dari pagi sampai siang ini baru satu yang laku," ucap Umar.
Menurutnya, harga atribut kemerdekaan tahun ini relatif stabil. Bendera ukuran kecil dijual mulai Rp30 ribu hingga Rp50 ribu, sedangkan backdrop atau dekorasi berukuran besar dipasarkan dengan harga antara Rp200 ribu sampai Rp400 ribu.
"Kalau harga di Ciamis masih standar, tidak jauh beda dari tahun kemarin," katanya.
Umar juga mengakui, perkembangan platform belanja online menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang musiman. Persaingan dengan toko daring membuat penjualan di lapak pinggir jalan tidak lagi seramai beberapa tahun lalu.
"Dengan adanya online itu sangat berpengaruh. Beberapa tahun ke belakang memang terasa sekali dampaknya bagi pedagang seperti kami," tuturnya.
Meski begitu, para pedagang tetap menaruh harapan besar pada meningkatnya antusiasme masyarakat menjelang Hari Kemerdekaan. Mereka berharap penjualan akan ikut terdongkrak seiring semakin banyak warga yang memasang bendera merah putih sebagai wujud penghormatan kepada bangsa.
"Harapannya tentu jualan bisa lebih ramai, dan masyarakat semakin semangat memasang bendera merah putih di rumah maupun di lingkungan sekitar," pungkas Umar.
Bagi para pedagang musiman, berjualan atribut kemerdekaan bukan sekadar mencari rezeki. Kehadiran mereka setiap menjelang Agustus juga menjadi penanda bahwa semangat nasionalisme mulai tumbuh di tengah masyarakat, menyambut datangnya hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. (AST)



Komentar