Hingga Juni 2026, Ratusan Wisman Pilih KA Nikmati Pesona Indonesia
- Admin02

- 5 Jul
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) – Kereta api semakin menjadi moda transportasi favorit wisatawan mancanegara yang berlibur ke Indonesia. Selain nyaman dan tepat waktu, perjalanan menggunakan kereta juga menawarkan pengalaman menikmati panorama alam serta budaya lokal yang sulit ditemukan dari moda transportasi lainnya.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat, selama Semester I 2026 (Januari hingga Juni), sebanyak 308.874 wisatawan mancanegara menggunakan layanan kereta api jarak jauh (KAJJ). Jumlah tersebut meningkat 2,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 301.219 pelanggan.
Dalam keterangannya, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan kereta api kini tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata para pelancong asing selama berada di Indonesia.
"Kereta api memberi pengalaman perjalanan yang khas. Wisatawan dapat menikmati pemandangan sawah, pegunungan, sungai, perkotaan hingga kawasan heritage dari balik jendela kereta. Perjalanan menjadi bagian dari cerita liburan mereka di Indonesia," kata Anne, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, tren penggunaan kereta api oleh wisatawan asing terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, jumlah wisatawan mancanegara pengguna KA Jarak Jauh tercatat sebanyak 300.708 orang. Angka itu melonjak menjadi 580.995 pelanggan pada 2023, meningkat lagi menjadi 669.226 pelanggan pada 2024, dan mencapai 694.123 pelanggan sepanjang 2025.
Secara keseluruhan, dalam kurun waktu 2022 hingga 2025 terjadi pertumbuhan lebih dari 130 persen. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa layanan kereta api semakin dipercaya sebagai pilihan transportasi untuk menjelajahi berbagai destinasi wisata di Tanah Air.
Anne menjelaskan, tingginya minat wisatawan asing tidak terlepas dari luasnya konektivitas yang dimiliki KAI. Melalui layanan kereta api jarak jauh, wisatawan dapat dengan mudah menjangkau kota-kota besar, kawasan budaya, pusat kuliner, hingga destinasi wisata alam yang menjadi daya tarik Indonesia.
Sejumlah stasiun seperti Gambir, Yogyakarta, dan Bandung menjadi titik keberangkatan dengan jumlah wisatawan mancanegara tertinggi selama Semester I 2026. Bahkan, sebagian besar wisatawan asing memulai perjalanan mereka dari stasiun-stasiun utama tersebut menuju berbagai destinasi unggulan di Pulau Jawa.
KAI menilai kehadiran wisatawan mancanegara tidak hanya berdampak pada peningkatan jumlah pelanggan, tetapi juga memberikan efek berganda bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Aktivitas wisatawan ikut menggerakkan bisnis perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, jasa pemandu wisata hingga pelaku UMKM di sekitar stasiun maupun kawasan wisata.
Untuk menjaga kepercayaan pelanggan, KAI terus meningkatkan kualitas layanan melalui perbaikan sarana dan prasarana, menjaga kebersihan, meningkatkan keselamatan, ketepatan waktu perjalanan, serta menghadirkan kemudahan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI. Integrasi layanan juga terus diperkuat agar perjalanan wisatawan semakin praktis sejak tahap perencanaan hingga tiba di tujuan.
"Kereta api menjadi penghubung yang mempertemukan wisatawan dengan banyak cerita tentang Indonesia. KAI akan terus menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan agar semakin banyak wisatawan mancanegara memilih kereta api sebagai bagian dari liburannya," tutup Anne. (IGN)



Komentar