Hari Pajak 2026, Jadi Momentum Perkuat Gotong Royong Bangun Indonesia
- Admin02

- 15 Jul
- 2 menit membaca

Jakarta (PRSSNIJabar) - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperingati Hari Pajak 2026 dengan mengangkat tema "Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh". Peringatan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia ini menjadi ajakan kepada masyarakat untuk terus berkontribusi membangun bangsa melalui kepatuhan membayar pajak.
Hari Pajak diperingati setiap tanggal 14 Juli sebagai pengingat atas sejarah lahirnya sistem perpajakan Indonesia. Tanggal tersebut dipilih karena menjadi momentum ketika kata "pajak" pertama kali tercantum dalam rancangan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sejak 2017, Hari Pajak resmi diperingati setiap tahun sebagai bentuk penghargaan terhadap peran penting pajak bagi pembangunan nasional.
Peringatan tahun ini juga membawa kabar menggembirakan. Sepanjang enam bulan pertama tahun 2026, penerimaan pajak nasional mencapai Rp1.035,7 triliun atau 43,9 persen dari target APBN sebesar Rp2.357,7 triliun. Capaian tersebut meningkat 24,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, menyebut pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif bagi kondisi ekonomi Indonesia.
"Pertumbuhan ini menunjukkan fundamental ekonomi yang semakin kuat. Momentum ini harus terus dijaga agar target penerimaan dapat tercapai secara optimal. Kita harus terus berupaya menciptakan kinerja penerimaan yang berkelanjutan demi kesehatan fiskal negara," kata Bimo dalam keterangannya, Rabu (15/7).
Menurut DJP, pajak merupakan sumber utama pembiayaan negara yang hasilnya kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk. Mulai dari pembangunan jalan, sekolah, rumah sakit, subsidi, bantuan sosial, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik di berbagai daerah.
Untuk memeriahkan Hari Pajak 2026, DJP menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan pegawai, wajib pajak, mitra kerja, serta masyarakat. Kegiatannya meliputi bakti sosial, edukasi perpajakan, olahraga bersama, pertunjukan seni, hingga forum dialog yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pajak.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, DJP ingin memperkuat kesadaran bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk gotong royong seluruh masyarakat dalam mendukung pembangunan Indonesia.
Hari Pajak 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat kepatuhan sukarela wajib pajak, meningkatkan kualitas layanan melalui transformasi digital, serta membangun kepercayaan publik terhadap administrasi perpajakan yang semakin transparan dan profesional.
Dengan semangat "Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh", DJP berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa kontribusi melalui pajak merupakan investasi bersama demi terwujudnya Indonesia yang lebih maju, tangguh, adil, dan berkelanjutan. (IGN)



Komentar