top of page

Die Seriale Festival Hadir di Bandung, Buka Jalan Kreator Lokal ke Panggung Dunia

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 25 Jul
  • 3 menit membaca

Direktur Goethe-Institut Bandung, Matthias Ventker (kiri-berkacamata)
Direktur Goethe-Institut Bandung, Matthias Ventker (kiri-berkacamata)

Bandung (PRSSNIJabar) - Kota Bandung kembali menjadi panggung pertemuan para kreator serial dari berbagai negara melalui Seriale Indonesia 2026, festival internasional yang menjadi bagian dari die Seriale Festival asal Jerman. Digelar pada 23–26 Juli 2026 di Goethe-Institut Bandung, festival ini bukan hanya menghadirkan pemutaran karya, tetapi juga membuka ruang kolaborasi, pertukaran ide, hingga peluang bagi sineas Indonesia untuk menembus pasar internasional.


Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, Seriale Indonesia hadir dengan program yang lebih beragam. Festival ini mempertemukan pembuat serial, mahasiswa, akademisi, hingga pelaku industri kreatif dari Indonesia, Jerman, Spanyol, dan sejumlah negara lainnya dalam satu wadah yang mengedepankan kreativitas dan jejaring global.


Selama empat hari, pengunjung dapat mengikuti berbagai agenda mulai dari kuliah tamu, diskusi panel, pemutaran serial berbagai genre, sesi networking, hingga malam penganugerahan bagi karya-karya terbaik. Genre yang ditampilkan pun beragam, mulai dari drama, dokumenter, horor, hingga serial anak.


Direktur Goethe-Institut Bandung, Matthias Ventker, mengatakan Seriale Indonesia lahir dari gagasan sederhana untuk menghubungkan kreator Indonesia dengan komunitas serial internasional. Kini, festival tersebut berkembang menjadi ruang dialog yang mempertemukan berbagai perspektif budaya melalui medium serial.


"Apa yang awalnya hanya berupa ide untuk menghubungkan kreator Indonesia dengan komunitas serial Jerman dan internasional kini telah berkembang menjadi sebuah platform yang hidup untuk dialog internasional, pertukaran kreatif, dan kolaborasi masa depan," ujar Matthias di Bandung, Jumat (24/7).


Menurutnya, salah satu nilai penting festival ini adalah memberikan kesempatan nyata bagi kreator Indonesia untuk memperkenalkan karyanya di tingkat dunia. Pemenang kategori Best Indonesian Series akan memperoleh kesempatan mempresentasikan karya mereka pada die Seriale 2027 di Jerman.


"Kami sangat senang bahwa para kreator dari Best Indonesian Series tahun ini akan berangkat ke Jerman pada 2027 untuk mempresentasikan karya mereka di festival die Seriale. Namun, kami tidak hanya merayakan para pemenang, melainkan juga setiap pembuat film, mahasiswa, mitra, dan tamu yang telah menjadikan Seriale Indonesia sebagai ruang pertemuan yang penuh inspirasi," katanya.


Tak hanya menghadirkan kompetisi, festival ini juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Bandung. Mahasiswa dari sejumlah kampus mendapat kesempatan menampilkan karya terbaik mereka yang telah melalui proses kurasi dan penilaian dewan juri.


Selain itu, Goethe-Institut Bandung juga menggandeng Kedutaan Besar Spanyol untuk menghadirkan serial berbahasa Spanyol, sehingga peserta dapat melihat beragam pendekatan bercerita dari berbagai negara.


Sementara itu, Direktur die Seriale Jerman, Csongor Dobrotka, menilai festival seperti ini memiliki peran penting dalam mempererat hubungan Indonesia dan Jerman yang telah terjalin selama puluhan tahun. Menurutnya, hubungan antarnegara tidak hanya dibangun melalui diplomasi, tetapi juga lewat pertukaran budaya.


"Kerja sama dan persahabatan ini jauh lebih dari sekadar diplomasi klasik. Orang-orang perlu berkumpul dan saling terhubung, dan proyek budaya seperti serial menjadi cara yang sangat penting untuk membangun pemahaman itu," ungkapnya.


Ia menambahkan, serial kini menjadi media yang mampu menggambarkan realitas kehidupan masyarakat sekaligus membuka ruang diskusi lintas budaya. Melalui cerita-cerita tersebut, penonton dapat memahami tantangan, nilai, dan pengalaman hidup dari berbagai belahan dunia.


Tahun ini, sebanyak 29 serial dari Indonesia, Jerman, dan sejumlah negara lainnya masuk dalam daftar nominasi. Seluruh karya akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas akademisi dan profesional industri kreatif dari dalam maupun luar negeri.


Dengan hadirnya Seriale Indonesia sebagai bagian dari die Seriale Festival, Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kota yang aktif mendukung perkembangan industri kreatif. Lebih dari sekadar festival film, ajang ini menjadi jembatan yang mempertemukan talenta-talenta baru Indonesia dengan jaringan kreatif internasional sekaligus membuka peluang lahirnya kolaborasi lintas negara di masa mendatang. (IGN)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page